265 Pengungsi Banjir Ambon Telah Pulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak mencari buku yang masih layak baca akibat  banjir di Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, (3/8). Hujan lebat selama tiga hari menyebabkan ribuan  rumah di Ambon terendam banjir. ANTARA/Embong Salampessy

    Sejumlah anak mencari buku yang masih layak baca akibat banjir di Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, (3/8). Hujan lebat selama tiga hari menyebabkan ribuan rumah di Ambon terendam banjir. ANTARA/Embong Salampessy

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga siang tadi, sebanyak 265 pengungsi banjir dan longsor Ambon telah kembali ke rumahnya masing-masing karena banjir telah mulai surut. "Tapi banjir masih menyisakan lumpur di pemukiman dan jalan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan pendek kepada Tempo, Ahad, 5 Agustus 2012.

    BNPD Kota Ambon juga sampai siang tadi juga telah memetakan jumlah pengungsi korban banjir. Dari total 1.752 kepala keluarga, sebanyak 230 KK berasal dari Kecamatan Teluk Ambon, 13 KK dari kecamatan Nusaniwe, 323 KK berasal dari Kecamatan Teluk Ambon Baguala, 1 KK dari Kecamatan Leitimur Selatan, dan 1.185 KK dari Kecamatan Sirimau. 

    Sampai saat ini, kebutuhan logistik bagi pengungsi juga masih memadai. Selain bantuan dari BNPB sebesar Rp 6,1 miliar, hari ini bantuan petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan telah tiba. Mereka akan membantu pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungannya. "Untuk pos layanan kesehatan sudah didirikan di tiap kecamatan," ujar Sutopo. 

    Mengenai dampak bencana, pemerintah daerah Maluku masih melakukan perhitungan. Meski begitu, kondisi Kota Ambon sejauh ini sudah semakin membaik. 

    Pemerintah daerah rencananya akan melakukan pemaparan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana kepada kepala BNPB. Dalam hal ini, BNPB meminta cost sharing dengan pemda agar terwujud ketangguhan pemda. "Pembangunan kembali harus lebih baik dari sebelumnya termasuk kepekaan masyarakat terhadap peta daerah rawan bencana di lingkungan tinggalnya," ujar Sutopo.

    AYU PRIMA SANDI
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.