Gus Dur Tidak Bisa Penuhi Panggilan Polda Metro

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Presiden Abdurrahman Wahid secara resmi menyampaikan ketidaksanggupannya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi, Senin (7/1). Kadispen Polda Metro Jaya Kombes Pol Anton Bachrul Alam kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, pemberitahuan itu disampaikan kepada rumah tangga Gus Dur, Minggu (6/1) malam. Namun, Anton tidak menyebutkan siapa nama kepala rumah tangga itu. Menurut Anton, kepala rumah tangga Gus Dur menyampaikan bahwa Gus Dur tidak bisa hadir karena harus menghadiri pertemuan di Tuban, Jawa Timur. Kedatangan Gus Dur ke Tuban untuk menemui ulama-ulama NU di Pondok Pesantren Langitan di sana untuk membicarakan kemungkinan islah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Anton menilai positif pemberitahuan itu. Karena dengan begitu, pihaknya tidak perlu melakukan panggilan untuk kedua kalinya. “Tergantung Gus Dur kapan bisa memenuhi panggilan tersebut. Kita tunggu saja,“ ujar Kadispen sambil tersenyum. Sementara itu, Selasa (8/1), Polda akan memeriksa istri Gus Dur, Ny Sinta Nuriyah. Itu karena yayasan milik Ny Sinta, Yayasan Puan Amal Hayati, disebut-sebut Tommy Soeharto menerima uang sebesar Rp 5 miliar, bagian dari Rp 15 miliar yang diberikan Tommy Soeharto kepada tersangka Dodi Suamdi dan Kiai Sidid untuk mengurus masalah grasi. Sementara Zanuba Chafsoh alias Yenny, putri Gus Dur, akan diperiksa pada hari Rabu (9/1) sebagai saksi. Yenny dipanggil karena dia juga beberapa kali ikut dalam pertemuan yang dihadiri oleh ayahnya dan Tommy. Selain Yenny, rencananya nanti Polda Metro Jaya akan memanggil Siti Hardianti Rukmana alias Mbak Tutut, juga sebagai saksi. Anton mengungkapkan bahwa Mbak Tutut ikut dalam pertemuan di rumah Tommy, Jalan Cendana, pada saat penyerahan uang senilai Rp 15 miliar. Sementara itu, ketika ditanya soal rencana Sinta Nuriyah yang akan melaporkan mantan Kapolda Komjen Pol. Sofjan Jacoeb dan Elza Syarief kepada Polda Metro Jayaatas tuduhan pencemaran nama baik, Kadispen mengatakan, pihaknya mempersilakan. Menurut Anton, siapa pun yang merasa nama baiknya dicemarkan dan melaporkannya ke Polda Metro Jaya akan diterima dengan tangan terbuka. "Kita menerima siapa pun yang mau melaporkan jika dirinya dirugikan nama baiknya," tegas Anton. (Sam Cahyadi-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.