Jumat, 23 Februari 2018

Sekolah Roboh, Siswa Belajar di Bawah Pohon  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 31 Juli 2012 10:40 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekolah Roboh, Siswa Belajar di Bawah Pohon  

    Salah seorang siswa di Sekolah Dasar Negeri 01 dengan atap sekolah yang rusak di kawasan Pondok Aren, Tagerang Selatan, Banten, Selasa (24/7). Selama 4 tahun atap dua sekolah yang berdekatan tersebut rusak serta mengancam keselamatan para siswa dan sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah untuk merenovasi sekolah-sekolah tersebut. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Kupang - Gedung Sekolah Menengah Atas Negeri II Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, roboh. Sedung sekolah itu merupakan gedung darurat karena pembangunan sekolah yang dilaksanakan sejak tahun 2010 oleh CV Richard Contraktor tak kunjung selesai.

    Akibatnya, pelajar harus rela belajar di bawah pohon di sekitar sekolah. Robohnya gedung sekolah itu membuat Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, berang. Dia pun memerintahkan stafnya untuk menyelidiki penyebab robohnya gedung itu.

    Bupati juga meminta lambannya pembangunan oleh kontraktor proyek gedung segera diusut. Menurut dia, kontraktor harus bertanggung jawab atas robohnya gedung sekolah darurat itu . "Saya sudah minta inspektorat untuk selidiki kasus ini serta tender pembangunan gedung itu," kata Ayub kepada wartawan di Kupang, Selasa, 31 Juli 2012.

    Dia menyesalkan robohnya sekolah itu menyebabkan siswa tidak bisa melaksanakan aktivitasnya dengan baik karena kini kegiatan belajar-mengajar harus dilakukan di bawah pohon. "Siswa tidak ada tempat lagi untuk melakukan KBM (kegiatan belajar mengajar)," katanya.

    Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, menambahkan pembangunan sekolah itu telah dilakukan sejak tahun 2010 dengan dana sebesar Rp 184 juta lebih. "Kami juga telah membayar ke kontraktor sebesar Rp 45 juta lebih," katanya.

    YOHANES SEO


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.