Versi Warga Soal Kematian Bocah 12 Tahun Ogan Ilir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angga Prima korban tewas akibat tertembus peluru anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatra Selatan dalam bentrokan warga Limabang Jaya, Ogan Ilir, (28/7) saat melakukan aksi demo di depan Istana Negara, Jakarta, (30-7). TEMPO/Subekti.

    Angga Prima korban tewas akibat tertembus peluru anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatra Selatan dalam bentrokan warga Limabang Jaya, Ogan Ilir, (28/7) saat melakukan aksi demo di depan Istana Negara, Jakarta, (30-7). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Palembang - Kematian Angga Prima, 12 tahun, yang diduga akibat tembakan anggota Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, justru terjadi saat dia tengah mengagumi pasukan elite kepolisian itu. Hal ini terungkap dari keterangan Abdul Hamid, yang merupakan paman korban.

    Saat ditemui Senin, 30 Juli 2012, Abdul mengatakan, Angga adalah anak yang punya rasa ingin tahu tinggi. Sebab itulah, saat iring-iringan mobil polisi dan truk pengangkut pasukan Brimob masuk ke desanya di Tanjung Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Angga menguntitnya.

    "Namanya juga anak-anak, ketika melintas mobil aparat, pastilah diikutin terus sampai ke desa tetangga. Dia juga pamitan sama ibunya untuk menonton kedatangan aparat Brimob itu," kata Abdul Hamid sembari meneteskan air mata.

    Sesampai di depan Masjid Darusssalam, Desa Limbang Jaya, desa tetangga korban, Angga pun masih 'mengagumi kedatangan aparat. Tanpa dia sadari, keberaniannya mendekati aparat tersebut, menurut Abdul Hamid, dianggap menjadi ancaman. Senapan menyalak dan Angga pun terkapar bersimbah darah tepat di depan Masjid Darussalam. Tak jelas apakah Abdul ada di lokasi ketika insiden ini terjadi.

    Saksi mata lainnya, Nurmala Raya, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti asal peluru yang menewaskan anak didiknya di MTS MDI Desa Tanjung Pinang itu. "Saya itu tahunya Angga sudah terkapar. Saya sempat berusaha untuk mengangkat korban, namun dilarang oleh polisi," ujar Nurmala.

    Baik Abdul Hamid maupun Nurmala melihat sosok Angga sebagai anak yang lugu dan penurut. "Dia suka membantu apa pun yang para tetangga lakukan, termasuk menggiring ternak," kata Abdul Hamid. Makanya, menurut Abdul, tangisan ribuan orang terlihat mengiringi kepergian jenazah Angga ke pemakaman.

    Meski begitu, polisi telah membantah melakukan penembakan pada Angga.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Berita Terpopuler:
    Polisi Akhirnya Berani Stop FPI

    Disudutkan @cinta8168 di Twitter, Ini Jawaban Ahok

    Baru Tiga Hari Buka, Warung Dahlan Iskan Tutup

    Analis Politik: Isu SARA Jadi Bumerang Foke-Nara

    Lima Keanehan Operasi Polisi ke Ogan Ilir

    Berapa Harga Emas Olimpiade?

    ICW Akan Adukan Hakim Pembebas Misbakhun

    Polisi Didesak Segera Periksa Oesman Sapta

    Andi Arief Minta Misbakhun Berkata Jujur

    Pasangan Selingkuh Kristen Stewart Diampuni Istri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.