Korban `Petrus` 1982-1985 Capai 10 Ribu Orang

Reporter

Editor

TEMPO/ Machfoed Gembong

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Yosep Adi Prasetyo mengatakan jumlah korban dari peristiwa penembakan misterius tahun 1982 sampai 1985 mencapai 10 ribu orang. 

Data tersebut ia kutip dari penelitian David Bourchier yang berjudul "Crime, Law, and State Authority in Indonesia" pada 1990, yang diterjemahkan oleh Arief Budiman. Sedangkan dari pengaduan yang diterima oleh Komnas HAM, jumlah korban mencapai 2.000 orang lebih.

"Jumlah tersebut termasuk orang yang ditemukan meninggal atau hilang. Tidak termasuk yang bisa melarikan diri," kata Yosep, Selasa, 24 Juli 2012.

Menurut penelitian David Bourchier, pelaku pembunuhan bertindak dalam konteks melaksanakan perintah jabatan di bawah koordinasi Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) Republik Indonesia, yang juga berada di bawah komando Presiden Republik Indonesia. Selain pelaku yang memiliki kewenangan, ditemukan pula bukti adanya pelaku individu yang bertindak secara aktif dan disebut sebagai "operator".

Bukti tersebut diperkuat dengan bukti-bukti yang ada di lapangan, misalnya pada tali tambang dan kayu yang digunakan untuk mencekik korban. Menurut Yosep, alat untuk eksekusi tampak sudah dipersiapkan sebelumnya. Kayu pegangan dipotong dengan halus, bahkan diserut. Sedangkan jenis ikatan clove-hitch pada talinya menunjukkan bahwa pelaku adalah orang yang terlatih dan mengerti tali-temali.

"Pola pencekikan dengan tali muncul setelah Menteri Luar Negeri Belanda Van Den Broek menanyakan mengapa banyak orang yang ditemukan meninggal dengan luka tembakan," ujar Yosep. Setelah dibombardir protes, teknik pembunuhan pun berubah dari penembakan menjadi pencekikan dan berbagai cara penghilangan orang.

Peristiwa Petrus juga ditandai dengan berbagai pola yang ditemukan pada tubuh mayat. Misalnya Mister X, julukan untuk orang yang ditemukan tanpa identitas, dalam keadaan tidak bernyawa dengan kedua tangan terikat di belakang. Mayat ditemukan dengan tiga luka tembakan di kepala atau mati karena tercekik.

"Selain itu, biasanya di atas tubuh mayat diletakkan uang Rp 10 ribu untuk biaya penguburan mayat," kata dia.

Selain korban yang ditetapkan sebagai penjahat, korban petrus sering kali juga berasal dari korban salah tangkap. Misalnya petani dan pegawai negeri sipil karena bernama sama.

Kejadian petrus sempat menggegerkan dunia karena tidak terjadi di satu lokasi saja, tapi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Seperti Jakarta, Yogyakarta, Bantul, Semarang, Medan, Palembang, Magelang, Solo, Cilacap, Malang, dan Mojokerto.

"Tak tertutup kemungkinan juga ada di lokasi lain, seperti di Bandung, Makassar, Pontianak, Banyuwangi, dan Bali," ujar Yosep.

ELLIZA HAMZAH

Berita Terkait:

Komnas HAM: Lima Pelanggaran HAM Berat di Masa Soeharto
Asvi: Ada Polarisasi di Komnas HAM soal Kasus Soeharto
Putusan Terhadap Prita Perburuk Citra Indonesia di Bidang HAM

LPSK Diminta Fokus pada Perlindungan Fisik dan Psikologis

Komnas HAM Usulkan Pendekatan Preventif dalam UU Anti Teror

Komnas HAM Selidiki Pelanggaran Tambang Pasir Besi Lumajang  



HAM



Pengadilan Jepang Melarang Pernikahan Sesama Jenis

1 hari lalu

Pengadilan Jepang Melarang Pernikahan Sesama Jenis

Walau peraturan itu sudah sah secara konstitusional, hukum di Jepang akan tetap melindungi hak asasi keluarga yang melakukan pernikahan sesama jenis.


Satu Lagi Demonstran Iran Dihukum Mati

15 hari lalu

Satu Lagi Demonstran Iran Dihukum Mati

Pengadilan Iran menghukum satu lagi demonstran atas dakwaan meneror orang dengan senjata dingin, menyerang dan melukai orang dengan pisau.


Justin Trudeau Hapus Cuitan yang Menyebut Iran Menghukum Mati 15 Ribu Orang

15 hari lalu

Justin Trudeau Hapus Cuitan yang Menyebut Iran Menghukum Mati 15 Ribu Orang

Justin Trudeau mencuit Kanada mengecam "keputusan barbar rezim Iran untuk menjatuhkan hukuman mati pada hampir 15 ribu pengunjuk rasa".


Komisioner Komnas HAM yang Baru Resmi Terbentuk, Begini Strukturnya

16 hari lalu

Komisioner Komnas HAM yang Baru Resmi Terbentuk, Begini Strukturnya

Atnike Nova Sigiro berharap dewan komisioner Komnas HAM yang baru terbentuk tersebut bisa bekerja secara maksimal dalam penegakan HAM di Indonesia.


Bahrain Klaim Sukses Selenggarakan Pemilu

18 hari lalu

Bahrain Klaim Sukses Selenggarakan Pemilu

Bahrain mengungkap lebih dari 70 persen pemilih di negara itu berpartisipasi dalam pemilu yang diselenggarakan pada Sabtu, 12 November 2022.


COP27, Pemerintah Diminta Tak Hanya Obral Komitmen soal Krisis Iklim

22 hari lalu

COP27, Pemerintah Diminta Tak Hanya Obral Komitmen soal Krisis Iklim

Pada Presidensi COP27, Indonesia yang diwakili Wakil Presiden Ma'ruf Amin, membahas isu perubahan iklim dengan memaparkan target penurunan emisi.


PBB Mendesak Elon Musk Menjaga HAM di Twitter

25 hari lalu

PBB Mendesak Elon Musk Menjaga HAM di Twitter

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Trk, mendesak Elon Musk pemilik baru Twitter untuk memastikan hak asasi manusia menjadi pusat pengelolaan Twitter.


50 Anggota PBB Mengutuk China atas Pelecehan Muslim Uighur

29 hari lalu

50 Anggota PBB Mengutuk China atas Pelecehan Muslim Uighur

Lima puluh negara PBB mendesak China menegakkan kewajiban hak asasi manusia dalam memperlakukan etnis muslim Uighur.


Top 3 Dunia: Krisis Myanmar Semakin Runyam Setelah Serangan di Kachin

34 hari lalu

Top 3 Dunia: Krisis Myanmar Semakin Runyam Setelah Serangan di Kachin

Top 3 dunia pada 27 Oktober 2022, di urutan pertama berita tentang krisis Myanmar yang semakin runyam setelah negara itu dikuasai oleh militer


Dubes Iran: Kematian Mahsa Amini Bukan karena Kekerasan

42 hari lalu

Dubes Iran: Kematian Mahsa Amini Bukan karena Kekerasan

Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan kematian Mahsa Amini bukan karena kekerasan ataupun pemukulan.