Hartati Murdaya, Sang Motor Penyokong SBY  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hartati Murdaya. DOK/TEMPO/Mazmur A. Sembiring

    Hartati Murdaya. DOK/TEMPO/Mazmur A. Sembiring

    TEMPO.CO, Jakarta - Hartati Murdaya kini dalam bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi. Duit perusahaan Hartati Murdaya ke Bupati Buol diduga merupakan imbalan pengurusan izin perkebunan sawit perusahaannya. Sosok pengusaha ini selama ini dikenal sebagai pengusaha yang lincah dan dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu yang terungkap dalam laporan utama majalah Tempo edisi 23 Juli 2012 berjudul 'Suap' Sawit Madam Hartati.

    Ketika Abdurrahman dimakzulkan, Megawati Soekarnoputri, wakil presiden, naik menjadi RI-1. Majelis Permusyawaratan Rakyat lalu membuka pencalonan untuk mengisi kursi wakil presiden yang lowong. Hartati, ketika itu anggota Fraksi Utusan Golongan Majelis, bersama Achmad Mubarok, menjadi motor penyokong Yudhoyono. Mereka mengedarkan formulir untuk mendapat setidaknya 70 tanda tangan, syarat minimal pencalonan.

    Pada Sidang Istimewa MPR hari ketiga, Hartati menenteng formulir dukungan 90 anggota Majelis. Yudhoyono lalu bertarung dengan Hamzah Haz, Akbar Tandjung, Siswono Yudohusodo, dan Agum Gumelar. Hamzah, yang dijagokan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan Fraksi Reformasi, akhirnya meraup suara terbanyak.

    Ketika Yudhoyono maju ke pemilihan presiden 2004, Hartati kembali menyorongkan bantuan. Tak turun langsung ke lapangan, ia berkutat bersama Tim Sekoci, tim sukses bayangan untuk pemenangan Yudhoyono. Hartati diutus Tim Sekoci untuk mendekati kalangan umat Buddha dan pengusaha. M.S. Kaban, yang juga anggota tim sukses Yudhoyono pada 2004, melihat Hartati mulai turun tangan pada pemilihan presiden putaran kedua--ketika Yudhoyono bersaing dengan Megawati.

    Lima tahun kemudian, pada pemilihan 2009, Hartati bergabung lagi. Dalam tim sukses Yudhoyono-Boediono yang diketuai Hatta Rajasa, Hartati tercatat sebagai Wakil Ketua Operasi I. Jakarta International Expo, tempat pelaksanaan Pekan Raya Jakarta di Kemayoran, yang dikelolanya, kerap jadi tempat acara tim sukses dan Partai Demokrat. Seorang bekas anggota tim sukses bercerita, kaus kampanye dan atribut kampanye lain selalu dipasok dari gudang Hartati di Kemayoran dan Tanah Abang.

    Hartati juga jadi salah satu pundi tim. Seorang mantan anggota tim menyatakan selalu berurusan soal uang dengan Totok Lestiyo. "Kalau kami mau ke daerah, dana untuk tim selalu diambil dari Bu Hartati melalui Totok," ujarnya. Tapi Hartati mengaku hanya menyumbang sedikit. "Kalau tim sukses bikin acara, saya bantu nyiapin. Kalau tim sukses butuh apa, jalan sama-sama, seadanya saja," kata Hartati kepada Tempo suatu kali.

    Sepanjang pemilihan presiden 2009, ke mana pun Yudhoyono berkampanye, Hartati hampir selalu membuntuti. Berjaket biru Partai Demokrat dan berkacamata hitam, ia kerap tampak sepanggung dengan Yudhoyono dan lingkaran terdekatnya. Ia berjoget ketika Yudhoyono dan Ani bernyanyi di panggung kampanye. Sesaat setelah Yudhoyono terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya, ia menyediakan Jakarta International Expo sebagai podium pidato perdana Yudhoyono.

    Selepas Kongres Demokrat di Bandung pada 2010, Hartati resmi masuk partai sebagai anggota Dewan Pembina. Anggota Dewan Pembina Demokrat, Syarief Hasan, mengatakan kiprah Hartati cukup aktif. "Setahu saya, beliau sering ikut rapat," ujarnya. Syarief mengatakan kasus yang membelit Hartati di Buol tak ada hubungannya dengan partai. "Itu urusan pribadi. Beliau sudah jadi pengusaha jauh sebelum masuk partai." Itu sebabnya Demokrat tak terlalu khawatir citra partai terbanting kasus Buol.

    Kini Hartati terjerat perkara suap kepada Amran Batalipu, Bupati Buol, Sulawesi Tengah. Pengacaranya, Atmajaya Salim, mengatakan, "Jangan dikaitkan perkara ini dengan Cikeas."

    Hartati membantah menyuap Bupati Buol. "Saya hanya bisa menjelaskan sebatas pekerjaan saya sebagai direktur utama. Apa saya ini tipe tukang suap, sih?" katanya.

    ANTON SEPTIAN | INDRA WIJAYA |ARYANI KRISTANTI

    Berita Terpopuler Lainnya
    KPK Kantongi Rekaman Telepon Bupati Amran-Hartati
    ''Kekuasaan'' Bisnis Hartati Murdaya di Kehutanan

    Hartati Murdaya, Sang Motor Penyokong SBY
    Puluhan Kader Demokrat Akan Hengkang ke Nasdem
    Ini Isi Percakapan Hartati Murdaya dan Bupati Buol
    Apa Kata Luna Maya dan Cut Tari, Ariel Bebas

    Bergaji Rp 25 Juta, Anggota Dewan Kehabisan Uang




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.