Ini Strategi Gerindra Usung Prabowo Jadi Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto saat perayaan ulang tahun HKTI yang ke 39 di Kementrian Pertanian, Jakarta, Jumat 27 April 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.20120427

    Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto saat perayaan ulang tahun HKTI yang ke 39 di Kementrian Pertanian, Jakarta, Jumat 27 April 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.20120427

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra bersiap mencalonkan Ketua Dewan Pembina, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 mendatang. Penetapan Prabowo sebagai capres sudah dilakukan dalam Kongres Luar Biasa yang digelar di Bogor, 17 Maret lalu. Adapun deklarasi pencalonan akan dilakukan Oktober mendatang.

    Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerindra, Suhardi, meski sudah menetapkan Prabowo, Gerindra harus memastikan bisa memenuhi syarat pencalonan yang ditetapkan UU Pemilihan Presiden, yaitu minimal didukung 20 persen kursi di DPR, atau 25 persen suara sah dalam pemilu 2014. "Semua upaya yang kami lakukan sekarang kami arahkan untuk mencapai syarat itu," kata Suhardi saat ditemui di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, Selama malam, 17 Juli 2012.

    Suhardi mengatakan saat ini partainya telah membangun jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan. Gerindra sudah memiliki kepengurusan di seluruh wilayah Indonesia. Dia meyakini keanggotaan partai akan terus bertambah menjelang pemilu. Hal ini berbeda jauh dengan saat menghadapi pemilu 2009 lalu. Saat itu, kata dia, kepengurusan partai masih terbatas, sehingga hanya mampu meraih suara 4,46 persen dalam pemilu.

    Rendahnya suara partai ini menyebabkan Gerindra urung mencalonkan Prabowo sebagai presiden. Kurangnya suara menyebabkan partai berlambang kepala garuda ini terpaksa berduet dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden dan Prabowo hanya sebagai wakil. "Kami tidak ingin kejadian ini terulang, makanya kami sudah bersiap sejak awal."

    Pada pemilu 2014 nanti Gerindra menargetkan bisa meraup dukungan hingga 25 persen suara. Jika tak memenuhi, partai akan membangun koalisi dengan partai lain. Syaratnya, kata Suhardi, partai koalisi harus mau mendukung Prabowo sebagai capres. "Kami tak akan berkoalisi kalau tak dukung Prabowo, itu harga mati."

    Untuk bersiap menghadapi pilpres 2014, Gerindra juga mulai aktif mendukung salah satu calon dalam pemilihan kepala daerah. Dari 7 pilkada provinsi yang diikuti, Suhardi menyatakan berhasil memenangi 5 pilkada. Terakhir adalah dukungan untuk Pilkada Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang dimenangi Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dari Partai Aceh. "Kami mendukung penuh pilkada Aceh, dan hasilnya menang. Kami berharap dukungan ini akan berlanjut pada pilpres nanti."

    Saat ini Gerindra pun tengah membangun koalisi dengan PDIP meloloskan pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam pilkada DKI Jakarta. Dia berharap kemenangan Jokowi di putaran pertama akan bertahan hingga putaran kedua. Mengenai kemungkinan berlanjutnya koalisi dengan PDIP hingga pilpres 2014, Suhardi mengatakan belum ada komunikasi yang detail. "Tapi kami berharap komitmennya tetap bersama pada pilpres."

    IRA GUSLINA SUFA

    Berita Terpopuler:
    Jokowi-Ahok Terima 40 Juta Dolar dari Vatikan?

    Juara American Idol Terpesona Indonesian Idol

    Pemain Muda Indonesia Ini Dipuji Mirip Xavi

    Misteri Terjawab, Wanita Itu Istri Jong Un

    Demi Tujuan Ini, Sultan Rela Tinggalkan Golkar

    Kalla Pilih Pinangan Mana, Gerindra atau NasDem?

    Dianggap Aneh, 7 Olahraga Ini Dihapus di Olimpiade

    Warisan Abadi Marissa Mayer di Google

    Kalah Hitung Manual, Ini Komentar Tim Foke

    Marissa Mayer Hamil 5 Bulan Saat Dipinang Yahoo!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.