Istri Mantan Presiden Ini Golput  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu Shinta Nuriyah Wahid saat  menyampaikan humor Gus Dur dalam peringatan dua tahun wafatnya alm. KH. Abdul Rahman Wahid di kediaman Ketua Mahkamah Konstitusi m(MK) Mahfud MD, kawasan Widya Chandra,  Jakarta, Senin (2/1).  ANTARA/Reno Esnir

    Ibu Shinta Nuriyah Wahid saat menyampaikan humor Gus Dur dalam peringatan dua tahun wafatnya alm. KH. Abdul Rahman Wahid di kediaman Ketua Mahkamah Konstitusi m(MK) Mahfud MD, kawasan Widya Chandra, Jakarta, Senin (2/1). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ibu Negara, Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid, mengaku tidak pernah menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. "Ini bentuk protes saya," kata Shinta pada diskusi publik tentang "Hak Politik Penyandang Disabilitas", Senin, 9 Juli 2012.

    Menurut Shinta, dia dan suaminya pernah menjadi korban diskriminasi atas penyandang disabilitas ketika Komisi Pemilihan Umum mencoret nama Gus Dur--demikian Abdurahman Wahid biasa disapa--dari daftar calon presiden pada pemilihan 2004. "Ini ketimpangan demokrasi," kata Shinta. Aturan yang mengganjal Gus Dur adalah klausul dalam UU Pemilihan Presiden, yang mensyaratkan capres harus sehat dan cakap secara fisik dan mental.

    "Peraturan itu adalah diskriminasi bagi penyandang disabilitas untuk mencalonkan diri dalam pemilihan pejabat publik," kata Shinta. Karena itu, lewat kampanye terus-menerus, Shinta berharap tidak ada lagi pelanggaran hak politik penyandang disabilitas di masa depan. Mereka semua harus bisa memilih dan dipilih. Shinta menekankan para penyandang disabilitas punya kapasitas dan potensi besar sebagai pejabat publik dibandingkan orang biasa.

    SUNDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.