Anas Dinilai Tak Layak jadi Capres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Survei politik terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan kalau popularitas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menduduki urutan buncit dibandingkan para tokoh partai lain yang sama-sama mengincar kursi Presiden pada Pemilihan 2014 mendatang. 

    "Anas dikenal oleh 55 persen responden, namun hanya disukai 25, 6 persen dari mereka," kata Grace Natalie, Direktur Utama lembaga riset tersebut. "Ini defisit persentase yang cukup besar," katanya, Minggu 8 Juli 2012 pagi tadi. 

    Peringkat pertama calon presiden yang paling disukai responden adalah Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya, Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Disusul kemudian Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengku Bhuwono X, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Berikutnya ada Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Jenderal (Purn) Wiranto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. 

    Menurut Grace Natalie, ada dua kandidat lain yang mengalami defisit persentase yang cukup besar. Mereka adalah Hatta Radjasa dari Partai Amanat Nasional dan Aburizal Bakrie dari Partai Golkar. "Itu artinya partai mereka harus bekerja keras untuk mengangkat pamor kandidatnya masing-masing," kata Grace. 

    Survei nasional ini diadakan pada 20-30 Juni 2012 lalu dengan metode wawancara tatap muka oleh pewawancara yang terlatih. Satu pewawancara bertugas mewawancarai satu desa atau kelurahan yang terdiri dari hanya 10 responden. Total sampel asli berjumlah 1230, dengan jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 1.219.

    ELLIZA HAMZAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.