Aksi Massa di Cirebon dan Indramayu Protes Kelangkaan Minyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Cirebon:Kelangkaan minyak tanah menyulut munculnya gerakan massa di Cirebon dan Indramayu, Senin (7/1). Sejumlah organisasi massa, kelompok profesi, lembaga swadaya masyarakat dan partai politik menggelar unjuk rasa di DPRD setempat. Mereka menuntut mundur Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Dirut Pertamina Baehaqi Hakim dan Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar. Ketiga pejabat tersebut dinilai tidak mampu mengatasi masalah kelangkaan minyak tanah yang semakin menjadi-jadi selama dua pekan ini. Ketua Umum Presidium Ikatan Sarjana Teknik Dan Manajemen Industri, Soenoto, mengatakan ketiga pejabat itu tidak layak terus bertahan. "Kelangkaan minyak berdampak pada kenaikan harga barang pokok lain. Rakyat kembali menjadi korban," tegas Soenoto yang juga menjabat Ketua Asosiasi Meubel Indonesia itu. Aksi massa di Cirebon dimotori Pemuda Demokrat, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Selain mendatangi Kantor DPRD Cirebon, mereka mendatangi Polresta Cirebon. "Kedua lembaga itu hanya berpangku tangan," kata Ketua GMNI Egi Bachrudin kepada Tempo News Room. Wakil Ketua DPRD Cirebon, Sunaryo, yang menerima pengunjuk rasa, mengakui kalau dewan kesulitan mengidentifikasi sumber masalah kelangkaan minyak tanah. Dia berjanji DPRD Cirebon akan segera memanggil pejabat Pertamina. Sementara di Indramayu, aksi unjuk rasa dilakukan tujuh lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium LSM Indramayu (KLI), yakni Greenland, Pelangi Bahari, KPPI (Komite Pemuda Peduli Indonesia), YPSDA (Yayasan Pengembangan Sumber Daya Alam), Gempuling, PSDABM dan Humanit. KLI mendesak agar Direktur Utama PT Pertamina, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral dan Kapolri mundur dari jabatan. Pengunjuk rasa juga menuntut Bupati Indramayu mengambil langkah-langkah cepat untuk menanggulangi kelangkaan minyak tersebut. "Kami meminta agar persoalan minyak tanah segera teratasi. Rakyat kecil semakin terperosok dalam kesulitan," kata juru bicara KLI, Dudung AR. (Ivansyah)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.