Apa Beda Modus Nazar dan Zulkarnaen?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi VIII dari fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar, saat memberikan keterangan kepada wartawan, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 2 Juli 2012. Zulkarnaen Djabar menjelaskan tentang kesiapan dirinya untuk diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama senilai Rp 35 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota Komisi VIII dari fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar, saat memberikan keterangan kepada wartawan, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 2 Juli 2012. Zulkarnaen Djabar menjelaskan tentang kesiapan dirinya untuk diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama senilai Rp 35 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Golkar yang menjadi tersangka kasus suap pengadaan Al-Quran dan laboratorium madrasah tsanawiyah, Zulkarnaen Djabar, adalah anggota Badan Anggaran DPR seperti halnya mantan Bendahara Umum Demokrat dan narapidana korupsi Wisma Atlet, M. Nazaruddin. Partai boleh beda, modus ternyata sama.

    1. Mengawal Proyek dan Anggaran di DPR
    - Nazaruddin terbukti mengawal pembahasan proyek dan anggaran Wisma Atlet di Badan Anggaran DPR, dibantu sejawatnya di Komisi Olahraga.
    - Zulkarnaen diduga mengawal proyek pengadaan Al-Quran sejak dari Komisi Agama hingga saat pembahasan anggaran di Badan Anggaran.

    2. Memainkan Proyek di Kementerian
    - Nazaruddin mengatur agar PT Duta Graha Indah memenangi tender Wisma Atlet.
    - Zulkarnaen diduga melakukan hal yang sama sehingga proyek Al-Quran jatuh ke perusahaan anaknya, PT Karya Sinergi Alam Indonesia.

    3. Menghimpun Perusahaan
    - Nazaruddin memiliki banyak perusahaan di bawah Grup Permai untuk mengikuti tender.
    - Zulkarnaen diduga menghimpun perusahaan serupa melalui anaknya.

    4. Melibatkan Keluarga
    - Nazaruddin melibatkan istrinya, Neneng Sri Wahyuni.
    - Zulkarnaen mengikutkan putra sulungnya, Dendy Prasetya.

    PRAMONO |EVAN (Pusat Data dan Analisa Tempo), dari berbagai sumber

    Berita terkait:
    Zulkarnaen Diduga Pernah Kongkalikong dengan Nazar
    Kasus Al-Quran, Kementerian Agama Periksa Pejabat
    Kemenag Minta Anggaran Al-Quran Tak Dicurigai 
    Majelis Ulama Minta Pembagian Quran Diawasi 
    MUI: Kebutuhan Al-Quran Dua Juta Eksemplar 
    Proyek Al-Quran, DPR Akui Dapat Jatah 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.