Doa Umar Patek untuk Korban Bom Bali I  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umar Patek berbicara kepada wartawan setelah membaca pernyataan terakhirnya di pengadilan Jakarta Barat, 31-5, 2012. Umar Patek menjadi tersangka pembuat bom yang meledak di klub malam Bali pada tahun 2002, dan juga 13 bom yang meledak di lima gereja di Jakarta pada Malam Natal, 2000. REUTERS/Enny Nuraheni

    Umar Patek berbicara kepada wartawan setelah membaca pernyataan terakhirnya di pengadilan Jakarta Barat, 31-5, 2012. Umar Patek menjadi tersangka pembuat bom yang meledak di klub malam Bali pada tahun 2002, dan juga 13 bom yang meledak di lima gereja di Jakarta pada Malam Natal, 2000. REUTERS/Enny Nuraheni

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama meringkuk dalam kurungan, terpidana kasus Bom Bali I, Hisyam bin Ali Zein alias Umar Patek, sering memikirkan korban teror Bom Bali I. Umar Patek memang merasa bersalah, tapi dia tak sampai memimpikan para korban itu.

    "Saya banyak memikirkan mereka. Saya bersalah dan mohon maaf," kata Umar Patek kepada wartawan Tempo, Riky Ferdianto dan Hermien Y. Kleden, pada Mei 2012.

    Di balik jeruji, pria kelahiran 1966 itu juga mendoakan 202 korban tewas dan 209 orang yang luka-luka di Paddy's Pub dan Sari Club (SC), 2002 lalu. Umar Patek membacakan doa Ibnu Muslim yang ditulis oleh Syekh Said al-Haqqani dan dari buku zikir. "Saya mendoakan semua korban, baik yang muslim maupun nonmuslim," ujarnya.

    Dalam waktu yang bersamaan, lelaki bernama samaran Umar Kecil itu juga sering memikirkan Palestina. Kata Umar Patek, kalau tak dipenjara dia akan kembali ke negara itu. "Tapi sekarang tidak mungkin lagi," ujarnya.

    Dalam teror itu, Umar Patek berperan merakit bom. Karena ahli merakit bom berdaya ledak rendah, dia bertugas melakban rak-rak filling cabinet. "Bahannya dari aluminium powder, mudah terbang. Jadi harus dilakban," ujarnya.

    Akibat keterlibatannya dalam kejahatan yang menewaskan 202 orang dan 209 lainnya luka-luka itu Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhi hukuman 20 tahun penjara kepada Umar Patek. Vonis itu dibacakan oleh ketua majelis hakim Encep Yuliardi pada Kamis, 21 Juni 2012.

    CORNILA DESYANA

    Berita terkait:
    Alasan Umar Patek Terlambat Minta Maaf

    Pengacara Minta Umar Patek Tak Banding

    Umar Patek Divonis Penjara 20 Tahun

    300 Polisi Jaga Sidang Umar Patek

    Umar Patek Hadapi Vonis Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.