Sebelum Hilang, Penulis Buku Lapindo Dikirim SMS Teror  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa ITB menata buku

    Mahasiswa ITB menata buku "Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie" karya Ali Azhar Akbar di Aula Barat ITB Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/6). ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Bandung - Sebelum hilang kontak, Ali Azhar Akbar, penulis buku berjudul Konspirasi SBY-Lapindo, diketahui sering mendapat kiriman pesan pendek bernada teror. “Terutama dari mereka yang mengatasnamakan masyarakat korban lumpur,” kata Direktur Indopetro Publishing, Kusairi, yang menerbitkan buku itu, Jumat, 22 Juni 2012.

    Pesan pendek bernada teror itu, ujar dia, diterima Ali ketika mulai mengajukan judicial review atas Pasal 18 UU APBN-P mengenai lumpur Lapindo ke Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. “Sejak saat itu, banyak teror lewat handphone dan lain-lain,” katanya.

    Soal ancaman penculikan atau penghilangan, kata Kusairi, tidak disebutkan Ali. Tapi ada salah satu pesan yang diingat Kusairi. “Anda harus bertanggung jawab terhadap korban lumpur atas tulisan-tulisan Anda. Saya tunggu di Bandung,” katanya.

    Sebelumnya, saat diskusi buku tersebut di Yogyakarta, kata Kusairi, setahunya tidak ada pesan seperti itu. Diskusi pun berjalan aman dan lancar.

    Sedianya, Ali Azhar Akbar berbicara di aula barat ITB dalam acara diskusi bedah buku Konspirasi SBY-Lapindo hari ini. Namun Kusairi dan keluarga Ali telah hilang kontak dengan Ali sejak Selasa petang lalu.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?