Apa Saja Keluhan Pilot Soal Menara Bandara Soetta?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menara Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menara Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta:-- Dalam setengah tahun 2012, setidaknya ada 40 aduan berisi keluhan maskapai penerbangan ke pengatur lalu lintas udara. Seorang sumber menyatakan jika jenis keluhan itu beragam. “Ada keluhan insiden serius, ada juga insiden kecil,” kata dia.

    Misalnya saja kasus near-missed antara Air Asia dengan Sriwijaya Air pada 24 Mei 2012 atau keluhan maskapai tetang tidak mulusnya pengaturan pendaratan oleh petugas.

    Pertengahan April 2012, misalnya. Dari arah Dubai, pesawat Emirates berencana mendarat di Cengkareng. Pemandu pendaratan memerintahkan pilot turun lewat jalur yang sudah dia tetapkan. Tapi si pilot menolaknya. “Menurut pilot, angin pada saat itu terlalu kencang," kata Untari Dewi, Airport Services Officer Emirates. "Kalau dipaksakan, pesawat bisa ke luar landasan."

    Pilot pun meminta jalur lain. Tapi si petugas menolak permintan itu. Akhirnya, pilot kembali melayang dan berputar-putar selama 45 menit. Pesawat baru minta izin turun setelah kekuatan angin berkurang.“Saya sudah melapor ke ATC (air traffic control), tapi mereka bilang tak ada masalah,” ujar Utari.

    Keluhan lain yang disampaikan maskapai: soal kualitas radio komunikasi di Soekarno-Hatta. Pada 24 Mei 2012, radio pengawas berfrekuensi 124,35 sempat diterobos frekuensi radio komersial. "Ternyata frekuensi itu mengalami gangguan sejak malam hingga pagi selama tujuh jam," kata pilot Lion Air, Arie Susanto, dalam laporannya.

    Menurut Direktur Keselamatan dan Keamanan Air Asia Sonny M. Sasono, terganggunya sistem komunikasi di Soekarno-Hatta bukan hal baru. Ketika ia masih terbang, pada 2005, alat komunikasinya juga terjebol gelombang radio lain. “Saya mendengar lagu dangdut dari radio amatir,” ujarnya.

    Namun aduan itu ditampik oleh Vice President Air Traffic Services Soekarno-Hatta Sutrisno Jaya Putra. Kata dia, near-missed belum tentu disebabkan kelalaian petugas pemandu lalu lintas udara. "Bisa juga karena cuaca atau kelalaian pilot sendiri," ujar Sutrisno.

    Tentang peralatan di menara Air Traffic Control Bandara Soekarno-Hatta, dia mengakui umurnya yang sudah tua. Tapi menurutnya peralatan itu masih layak digunakan. "Semua insiden kecil atau serius pasti ditindaklanjuti air traffic service," ujarnya.


    CORNILA DESYANA | MAJALAH TEMPO

    Berita terkait
    Staf ATC Bisa Disuap agar Pesawat Cepat Mendarat?
    Kasus Sukhoi, Kementerian Tunggu Hasil KNKT 
    Investigator: Pilot Sukhoi Hendak Bermanuver 
    Faktor Menara Diduga Punya Peran di Insiden Sukhoi
    Pemandu ATC di Insiden Sukhoi Belum Bekerja Lagi
    Neraka di Langit Indonesia: Seluler dan Sex Phone
    Pilot Sukhoi Sempat Berteriak: Ya Tuhan Apa Ini!
    Ayat Kursi & Kisah Getir Pilot Mengontak Bandara'
    Centang-perenang Menara Pengawas Pesawat (ATC)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.