Angelina Mengeluh Jam Besuk di KPK Terbatas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta -- Artis dan pencipta lagu Maia Estianty menjenguk Angelina Sondakh, tersangka kasus suap angggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan, di sel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 31 Mei. Saat bertemu Angie di tahanan, Maia meminta mantan Puteri Indonesia itu tabah.

    "Saya mengatakan pernah juga kehilangan suami, harta, dan jabatan," kata mantan istri penyanyi Ahmad Dhani itu seusai menjenguk Angelina. "Aku bilang lihat aku, jalani kehidupan dengan baik," ia menuturkan.

    Menurut Maia, Angie itu hanya terpenjara di dunia saja, tapi hatinya tidak. Dia sebagai teman terus memberi semangat. "Yang pasti dia sekarang lebih mendekatkan diri pada Tuhan," ucapnya.

    Angelina merupakan anggota Badan Anggaran DPR yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. Ia diduga menerima suap setelah mengupayakan PT Duta Graha Indah, melalui Grup Permai Grup, perusahaan M. Nazaruddin, yang memenangi sejumlah proyek pemerintah. Proyek itu mulai dari Wisma Atlet hingga alat kesehatan di sejumlah laboratorium universitas negeri.

    Keterlibatan Angie terkuak dari sejumlah pesan BlackBerry-nya kepada Mindo Rosa Manulang, Direktur PT Anak Negeri, anak perusahaan Permai Grup. Saat ini Rosa telah dijatuhi pidana untuk kasus yang sama dan ditahan di Rutan KPK.

    Vokalis dan mantan personel Ratu ini menuturkan Angie kini mencari kesibukan dengan menciptakan lagu dan menulis buku. Lagu-lagu itu yang mengisahkan perjalanan hidupnya dan kedekatan dengan Tuhan akan dibuat dalam satu album.

    Namun Angie, kata Maia, mengeluh karena jam besuknya dibatasi oleh KPK. Angie mengaku sangat kangen dengan Keanu, anak semata wayangnya. "Mudah-mudahan Angie tabah," kata dia.

    TRI SUHARMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.