Agen Sukhoi Tak Siap Nyatakan Bertanggung Jawab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukhoi Superjet 100. REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout

    Sukhoi Superjet 100. REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Sukhoi untuk Indonesia, PT Trimarga Rekatama, mengaku tak siap membuat pernyataan tertulis bertanggung jawab atas tragedi Sukhoi. Direktur Utama Trimarga, Sujito Eng, mengaku belum meminta izin pada Sukhoi untuk membuat pernyataan tertulis di DPR.

    "Kami belum mendapat izin, kami harus izin," ujar Sujito Eng usai menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi V Bidang Perhubungan, Senin, 29 Mei 2012.

    Anggota Komisi sempat menantang Trimarga membuat pernyataan tertulis bahwa pihaknya bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak tebing Gunung Salak pada 9 Mei 2012. Pertanggungjawaban yang dimaksud adalah pembayaran asuransi kepada keluarga tiap korban Sukhoi sebesar Rp 1,25 miliar sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011.

    "Kami tidak siap. Ini adalah Sukhoi Company langsung menunjuk ke asuransi," ujar Sujito kepada Komisi.

    ADVERTISEMENT

    Menanggapi pernyataan Sujito, anggota Komisi Perhubungan, Epyardi Asda, kembali mempertanyakan status Trimarga. "Tadi disebut perwakilan. Namanya perwakilan apa pun yang terjadi harus tanggung jawab. Ini membuktikan Trimarga maunya untungnya saja. Kami menuntut Trimarga bertanggung jawab. Kalau usaha dapat untung, ruginya juga harus bertanggung jawab," ujarnya.

    Epy menilai perlu ada sanksi bukan hanya untuk Sukhoi, tapi juga Trimarga sebagai perwakilan resmi Sukhoi jika ingkar janji.

    Komisi akhirnya sepakat parlemen mengacu pada kesepakatan antara Kementerian Perhubungan dengan Trimarga dan Sukhoi yang menyatakan keduanya bertanggung jawab.

    Menurut keterangan pihak Trimarga, perusahaan tersebut digadang sebagai power of attorney atau agen Sukhoi untuk pesawat komersial melalui penunjukan langsung pada 9 November 2010. Status tersebut berlaku hingga 8 November 2013.

    MARTHA T

    Berita terkait
    KNKT Diberi Waktu Setahun Investigasi Sukhoi
    Sabotase Sukhoi, KNKT: Setiap Kemungkinan Ada

    Tim Investigasi Sukhoi, Tua Tak Berarti Lemas

    Tak Asuransikan Karyawan ke Jamsostek, Trimarga Terancam Pidana

    Rusia Sempat Ragu KNKT Bisa Investigasi Sukhoi

    ATC Bandara Soeta Akan Diupgrade

    Tragedi Sukhoi di Gunung Salak
    Kisah Pengumpul ‘Puzzle’ Jenazah Korban Sukhoi

    Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

    Muncul Isu Tragedi Sukhoi Akibat Sabotase Bisnis
    Centang-perenang Menara Pengawas Pesawat (ATC)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.