Jenazah Susana Korban Sukhoi Disambut Histeris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peti jenazah berisi korban pesawat Sukhoi Superjet-100 yang jatuh pada 9 Mei lalu diserahterimakan kepada anggota keluarga di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (23/5). AP/Tatan Syuflana

    Sejumlah peti jenazah berisi korban pesawat Sukhoi Superjet-100 yang jatuh pada 9 Mei lalu diserahterimakan kepada anggota keluarga di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (23/5). AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Luwuk - Ratusan warga Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah menangis histeris menyambut kedatangan jenazah Susana Famela Rompas salah satu korban pesawat Sukhoi Jet 100, Kamis 24 Mei 2012. Sebagian warga yang menyambut kedatangan jenazah Susana memakai baju adat Banggai.

    Kakak almarhum Susana, Ella Rompas yang sejak pagi hari di bandara, Syukuran Amir Bubung, jatuh pingsan saat jenazah dikeluarkan dari perut pesawat Batavia Air. Kondisi ini membuat petugas kesehatan memberi pertolongan sebelum rombongan meninggalkan bandara menuju Desa Bunta tempat kelahiran Susana.

    Peti jenazah kemudian diusung oleh delapan orang lelaki berpakaian adat Banggai menuju ruang tunggu utama atau VIP. Iring-iringan jenazah didahului oleh marching band kemudian salib yang dipegang seorang perempuan berpakaian PNS, menyusul Anissa, Putri Pariwisata Banggai 2011 yang berpakaian adat dan memegang foto almarhumah serta kedua orang tua korban, lalu peti jenazah yang ditudungi dengan payung adat kebesaran masyarakat Banggai.

    Jenazah Susana akan dikebumikan di pekuburan Tionghoa Keluarahan Bunta I, Kecamatan Bunta, sekitar 150 kilometer arah barat pada Jumat, pukul 13.00 WITA.

    "Kami berharap keluarga korban yang ditinggalkan bisa tabah dan merelakan kepergian putri yang pernah mengharumkan nama daerah," kata Bupati Sofyan Mile.

    Fery kakak ipar Susana mengaku ikhlas atas tragedi ini. "Kesedihan kami sangat mendalam tapi Tuhan yang memberi dan tentunya Tuhan pula yang mengambil,” katanya.



    DARLIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.