Minggu, 25 Februari 2018

Ini Pemicu Serbuan Massa ke Anas dan Ibas

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 24 Mei 2012 13:50 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini Pemicu Serbuan Massa ke Anas dan Ibas

    Anas Urbaningrum. ANTARA/HO-Ridhwan Ermalamora

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa sudah mengkonfirmasi perihal ancaman pemukulan terhadap Ketua Umum Anas Urbaningrum, dan Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono di Ternate. "Saya tadi telepon dewan pimpinan cabang di sana dan tidak ada masalah," kata Saan di Komplek Parlemen Senayan, Kamis, 24 Mei 2012.

    Menurut Saan, insiden Ternate hanyalah selisih pendapat soal musyawarah daerah. Namun tidak ada penyerangan terhadap Ibas dan Anas. Kericuhan itu merupakan hal wajar. "Itu dinamika saja," ujar Saan.

    Pemicu kericuhan, kata Saan, adalah perbedaan sikap menghadapi musyawarah daerah. Ada kelompok yang sudah siap menggelar musyawarah dan ada yang tak siap. "Tapi mereka cuma menyampaikan aspirasi," kata Saan. Dewan Pengurus Pusat Demokrat akan melihat dulu perkembangan sebelum menyetujui musyawarah daerah.

    Akibat rusuh itu, Anas dan Ibas terpaksa kembali ke Jakarta. Padahal, keduanya sudah berada di ruang tunggu Bandara Sultan Babullah Ternate. Agenda pembukaan Musyawarah Daerah Partai Demokrat Maluku Utara pun batal digelar.

    Akibat serbuan massa tersebut jadwal keberangkatan penerbangan pesawat Garuda terpaksa dipercepat. Ratusan polisi pun bersiaga di Bandara Babullah Ternate. Anas dan Ibas belum bisa dikonfirmasi mengenai kejadian ini.

    IRA GUSLINA SUFA

    Berita Terkait
    Anas dan Ibas Nyaris Jadi Korban Bentrok Massa

    Anas-Ibas Nyaris Diamuk, Sikap Demokrat Ternate

    Ibas: Pencopotan Mirwan Amir Tak Terkait Kasus

    Begini Formasi Baru Elit Fraksi Demokrat di DPR

    Demokrat Pindahkan Jaffar Hafsah ke Fraksi MPR

    Jafar Hafsah Dicopot dari Ketua Fraksi Demokrat


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.