Tiap Keluarga Hanya 10 Menit Lihat Jasad Korban Sukhoi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas memindahkan kantong jenazah korban jatuhnya Sukhoi Superjet-100 dari tenda Disaster Victims Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu, (13/5). ANTARA/Zabur Karuru

    Sejumlah petugas memindahkan kantong jenazah korban jatuhnya Sukhoi Superjet-100 dari tenda Disaster Victims Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu, (13/5). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Para keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, Selasa, 22 Mei 2012, diperbolehkan melihat jasad di Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kramat Jati, Jakarta. Namun mereka tak bisa berlama-lama, karena tiap keluarga hanya punya waktu 10 menit.

    "Tiap keluarga yang ingin lihat dipersilakan, waktunya dibatasi kira-kira sepuluh menit," kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigadir Jenderal Polisi Agus Prayitno, di Jakarta, Senin, 21 Mei 2012. "Selanjutnya jasad akan dimandikan, dikafani, diawetkan, dan dimasukkan ke peti."

    Pembatasan waktu untuk melihat jasad korban, katanya, dilakukan untuk menekan dampak psikologis keluarga saat menyaksikan jasad anggota keluarga mereka, yang sudah berada dalam keadaan tidak semestinya akibat kecelakaan, serta penemuan dan identifikasi yang memakan waktu.

    Menurut dia, keluarga bisa melihat jasad korban mulai pukul 13.00-21.00 WIB di Rumah Sakit Polri Said Sukanto.

    Berikut ini daftar korban yang dirilis tim Disaster Victim Identification (DVI):

    1. Donardi Rahman (Aviastar)
    2. Nur Ilmawati (Sky)
    3. Edward Maraden Panggabean (Indo Asia)
    4. Femmy Adiningsih (Bloomberg)
    5. Ganis Arman Zulianto (Indonesia Air Transport)
    6. Darwin Pelawi (Pelita Air)
    7. Cornel Sihombing (PT Dirgantara Indonesia)
    8. Anton Daryanto (Indonesia Air Transport)
    9. Herman Zulaji (Air Maleo)
    10. Stephen Kamaci (Indo Asia)
    11. Aditia R. (Sky)
    12. Ade Arisanti (Sky)
    13. Dodi Aviantara (majalah Angkasa)
    14. Didik Nur Yusuf (majalah Angkasa)
    15. Yusuf Ariwibowo (Sky)
    16. Edi Satrio (Pelita Air)
    17. Haidar Bachsin (PT Catur Daya Prima)
    18. Salim Kamaruzzaman (Sky)
    19. Femmy Stevani (Sky)
    20. Charles P. Adler (Sriwijaya)
    21. Insan Kamil Jatmika (Indo Asia)
    22. Gatot Purwoko (Air Fast)
    23. Raymond Sukanto (Sky)
    24. Faizal Ahmad (Indo Asia)
    25. Rully Darmawan (Indo Asia)
    26. Susana Vamela Rompas (Sky)
    27. Aditya Sukardi (Trans TV)
    28. May Sarah (Sky)
    29. Arif Wahyudi (PT Tri Marga Rekatama)
    30. Santi (Sky)
    31. Ismiati (Trans TV)
    32. Maria Marcela (Sky)
    33. Kapt. Aan Kusdiana (Kartika)
    34. Rossie W. (Sky)
    35. Dewi Mutiara (Sky)
    36. Anggraini Fitriana (Sky)
    37. Kham Nam tran (Snecma/Prancis)
    38. Yalbloncev (Sukhoi, Rusia)
    39. Kirkin (Sukhoi, Rusia)
    40. Kocheikov (Sukhoi, Rusia)
    41. Rakhimov (Sukhoi, Rusia)
    42. Shvestov (Sukhoi, Rusia)
    43. Martishenko (Sukhoi, Rusia)
    44. Grebenshikov (Sukhoi, Rusia)
    45. Kurzhupova (Sukhoi, Rusia)

    ISTMAN MP

    Berita terkait
    30 Psikolog UI Dampingi Keluarga Korban Sukhoi
    Keluarga Bisa Lihat Jenazah Korban Sukhoi Tapi Dibatasi
    Keluarga Disarankan Tak Lihat Jasad Korban Sukhoi
    Cerita Mantan Bos Merpati Lolos dari Maut Sukhoi
    Beginilah Pembicaraan Pilot Sukhoi dan Petugas ATC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.