Keluarga Disarankan Tak Lihat Jasad Korban Sukhoi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DVI Indonesia, Kombes Polisi Anton Castilani, menyampaikan keterangan rencana penyerahan jenazah korban Pesawat Sukhoi di RS Polri Raden Said Sukanto, Jakarta, (21/5). Menurutnya pihak keluarga diperkenankan melihat jenazah pada hari Selasa (22/5), dan penyerahan jenazah pada hari Rabu (23/5) di Bandara Halim Perdanakusuma.  ANTARA/Ujang Zaelani

    Ketua DVI Indonesia, Kombes Polisi Anton Castilani, menyampaikan keterangan rencana penyerahan jenazah korban Pesawat Sukhoi di RS Polri Raden Said Sukanto, Jakarta, (21/5). Menurutnya pihak keluarga diperkenankan melihat jenazah pada hari Selasa (22/5), dan penyerahan jenazah pada hari Rabu (23/5) di Bandara Halim Perdanakusuma. ANTARA/Ujang Zaelani

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia Komisaris Besar Anton Castilani menyarankan keluarga korban Sukhoi Superjet 100 tidak melihat jenazah anggota keluarga mereka, Selasa, 22 Mei 2012. Anton takut keluarga trauma ketika melihat tubuh jenazah anggota keluarga mereka.

    "Untuk yang tidak kuat mental, kami sarankan untuk tidak melihat (jenazah korban)," ujar Anton ketika ditemui di Rumah Sakit Raden Said Sukanto, Senin, 21 Mei 2012.

    Anton menjelaskan terkadang jenazah mempengaruhi kondisi mental dan psikologis keluarga korban. Ia mengatakan keluarga yang tidak kuat mentalnya bisa mengalami trauma berkepanjangan setelah melihat jenazah anggota keluarga mereka sendiri.

    Menurut Anton, untuk memastikan keluarga korban tidak trauma saat melihat jenazah korban, pihaknya akan menghadirkan tim psikolog. Tim psikolog ini berfungsi mendampingi keluarga korban saat melihat jenazah.

    "Tim psikolog akan mendampingi sekaligus mengajak bicara keluarga untuk menenangkan mereka," ujar Anton menjelaskan lebih lanjut.

    Sebelumnya DVI menyatakan proses identifikasi semua korban Sukhoi Superjet 100 telah selesai dilakukan. Total sebanyak 45 korban berhasil diidentifikasi berdasarkan tes DNA, data gigi geligi, dan sebagainya.

    Jenazah korban saat ini masih dilabeli DVI. Hal itu sebagai bentuk persiapan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga esok Rabu.

    Sukhoi Superjet 100 produksi United Aircraft Corporation itu hilang dari kontak dan peredaran radar, Rabu, 9 Mei 2012, pukul 14.33. Saat ditemukan tim evakuasi, pesawat yang mengangkut 45 penumpang tersebut ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Korban juga ditemukan dalam keadaan tidak utuh.

    Cockpit voice recorder dari pesawat itu sendiri sudah ditemukan dan sudah diunduh isinya oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Isinya terkait apa saja yang terjadi sebelum Sukhoi mengalami kecelakaan. Meskipun begitu, detail isinya belum boleh diungkapkan hingga sekarang.

    Sementara flight data recorder pesawat Sukhoi sampai saat ini masih dicari.

    ISTMAN MP

    Berita terkait:
    Cerita Mantan Bos Merpati Lolos dari Maut Sukhoi

    Beginilah Pembicaraan Pilot Sukhoi dan Petugas ATC

    Curhat Pilot: ATC Ikut Menyelamatkan Pesawat

    Soal Sukhoi, DPR Panggil Direksi Trimarga Rekatama

    Centang-perenang Menara Pengawas Pesawat (ATC)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.