Mantan Ibu Negara Anggap Wali Kota Bogor "Ndableg"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaat GKI Yasmin yang melakukan demonstrasi menuntut dikembalikan nya gereja Yasmin yang disegel sejak 2010 di depan Istana Negara, Minggu 12 Februari 2012. Bangunan Gereja GKI Yasmin disegel karena dianggap memliki masalah pada surat Ijin Mendirikan Bangunan oleh pemerintah daerah Bogor. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Jemaat GKI Yasmin yang melakukan demonstrasi menuntut dikembalikan nya gereja Yasmin yang disegel sejak 2010 di depan Istana Negara, Minggu 12 Februari 2012. Bangunan Gereja GKI Yasmin disegel karena dianggap memliki masalah pada surat Ijin Mendirikan Bangunan oleh pemerintah daerah Bogor. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri almarhum Abdurrahman Wahid alias Gusdur, Sinta Nuriyah Wahid, angkat bicara ihwal kisruh Gereja Kristen Indonesia Yasmin, Bogor, Jawa Barat. Kisruh antara jemaat gereja dengan Wali Kota Bogor Diani Budiarto itu belum tuntas karena Wali Kota tak mau mematuhi putusan Mahkamah Agung dan Ombudsman RI yang mengizinkan pembangunan gereja.

    "Saya lihat apa yang dilakukan Wali Kota (Bogor) adalah sikap ndableg, sikap mengacuhkan semuanya," kata Sinta di kantor Wahid Institute, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2012. "Kalau sudah begini kita susah untuk berbuat, kecuali kalau pimpinan tertinggi di negara ini turun tangan."

    Mantan Ibu Negara ini pun meminta Wali Kota Bogor mematuhi keputusan yang dikeluarkan MA dan Ombudsman. Di samping itu, ia juga meminta Wali Kota untuk menjalankan dua solusi atas kisruh GKI Yasmin yang ditawarkan oleh Dewan Ketahanan Nasional.

    "Kalau kita bisa mengegolkan ini, kerukunan antarumat beragama bisa kita bina lagi," ujar Sinta. "Kalau ini tidak bisa, mari berdoa agar pemimpin negara bertindak tegas karena ini mengancam persatuan negara."

    Dewan Ketahanan Nasional, difasilitasi Dewan Pertimbangan Presiden,mengajukan dua solusi atas kisruh GKI Yasmin. Pertama, Wali Kota Bogor Diani Budiarto diimbau untuk mematuhi keputusan Mahkamah Agung dan Ombudsman RI atas bangunan gereja.

    Solusi kedua adalah dibangunnya masjid di dekat bangunan gereja sebagai simbol tolerasi antarumat beragama. Namun, hingga kini dua solusi itu belum juga terealisasi. Jemaat GKI Yasmin masih berpindah-pindah tempat untuk menjalankan ibadah.

    Kisruh GKI Yasmin sudah memasuki tahun ketiga. Persoalan ini belum juga menunjukkan titik terang meski secara formal izin pembangunan gereja sudah memiliki kekuatan hukum. Pemerintah Kota Bogor belum menunjukkan itikad mematuhi putusan MA tersebut.

    PRIHANDOKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.