22 Sidik Jari dari 18 Kantong Jenazah Korban Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit TNI membawa kantong jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 menuju titik penjemputan oleh Heli di Puncak Salak 1, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Sejumlah prajurit TNI membawa kantong jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 menuju titik penjemputan oleh Heli di Puncak Salak 1, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta-Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri setidaknya sudah mengidentifikasi 22 sidik jari korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Sidik jari tersebut, "Diambil dari body part evakuasi di Gunung Salak," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar di RS Polri Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin 14 Mei 2012.

    Ke-22 sidik jari tersebut diambil dari 18 kantong jenazah yang diterima tim DVI sejak evakuasi pertama Sabtu lalu. Hingga saat ini 25 kantong jenazah telah dikirim ke Jakarta. Dari jumlah tersebut, 18 kantong berisi jenazah, 4 kantong berisi barang-barang korban seperti dompet, kartu tanda penduduk, sepatu, peralatan elektronik dan sebagainya. Sedangkan tiga kantong lainnya yang baru didatangkan kemarin pagi masih diperiksa tim.

    Menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Kombes Anton Castillani, ke-22 sidik jari tersebut merupakan data awal post mortem tim forensik yang akan dicocokkan dengan data ante mortem dari pihak keluarga. "Data seperti sidik jari, gigi, DNA, tanda-tanda medik yang akan dicocokkan dengan data ante mortem dari keluarga yang dikumpulkan sejak kemarin di Halim," ujar Anton.

    Meski demikian tim gabungan tersebut masih belum bisa memilah mana body parts yang merupakan warga negara asing ataupun warga negara Indonesia. Sebanyak 45 orang menjadi korban kecelakaan, terdiri dari 10 warga negara asing asal Rusia, Amerika Serikat dan Prancis, serta 35 warga Indonesia.

    Kepala Rumah Sakit Polri, Brigadir Jenderal Agus Prayitno menyangkal informasi yang menyebutkan satu jenazah ditemukan masih utuh dan diidentifikasi sebagai Kornel Sihombing, karyawan PT. Dirgantara Indonesia. Menurut Agus, potongan tubuh terbesar yang ditemukan sampai sekarang adalah bagian bahu sampai pinggang. "Itupun belum diidentifikasi (laki-laki atau perempuan). Kan enggak utuh," kata dia.

    ATMI PERTIWI | ANGGA SUKMA WIJAYA | BERNADA RURIT | RAJU FEBRIAN

    Berita lain:
    Ternyata, Ini Sebab ELT Sukhoi Tak Terdeteksi
    ELT Sukhoi Ditemukan Jauh dari Bangkai Pesawat
    Sukhoi Menabrak Setelah Menembus Kumulonimbus
    Sukhoi Superjet Sempat Memutari Gunung Salak
    Perempuan Cantik dan Perempuan Tua di Gunung Salak
    Kemungkinan Penyebab Jatuh Sukhoi Superjet 100
    Badan Pesawat Sukhoi Ditemukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.