Polisi: YS, Penyebar Foto Hoax Korban Sukhoi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas Lanud sedang memberikan petunjuk pendaratan untuk helikopter yang mengangkut korban kecelakaan pesawat Sukhoi, di gunung Salak, Bogor, Sabtu (12/05). Jenazah korban selanjutnya akan dibawa ke RS Polri Sukanto untuk dilakukan proses identifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Seorang petugas Lanud sedang memberikan petunjuk pendaratan untuk helikopter yang mengangkut korban kecelakaan pesawat Sukhoi, di gunung Salak, Bogor, Sabtu (12/05). Jenazah korban selanjutnya akan dibawa ke RS Polri Sukanto untuk dilakukan proses identifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, mengatakan sudah mengetahui penyebar foto palsu korban Sukhoi Super Jet 100. Hingga saat ini polisi masih menyelidikinya.

    "Terkait dengan penyelidikan gambar-gambar di sosial media, saat ini masih berlangsung," kata Boy, Senin 14 Mei 2012. Menurutnya, tim penyidik cyber Polri telah melakukan langkah investigasi terhadap beredarnya foto korban kecelakaan pesawat.

    Boy membenarkan penyebar foto palsu itu berinisial YS. "Belum jadi tersangka," ujarnya. Boy mengisyaratkan sudah tahu keberadaan YS tapi enggan menyebut lokasinya. Yang jelas, "Dia orang Indonesia."

    Ia menegaskan, foto korban berlumur darah yang beredar lewat BlackBerry Messenger serta situs jejaring sosial soal korban Sukhoi tidak benar. "Terkait dengan gambar korban kecelakaan yang digunakan adalah gambar yang bukan tejadi di Gunung Salak," ujarnya.

    Boy mengimbau masyarakat umumnya, serta keluarga korban khususnya tidak terpengaruh oleh peredaran foto-foto tersebut. "Masyarakat dan keluarga (korban) agar tidak terpengaruh apabila ada pihak-pihak yang merilis (foto) secara tidak bertanggung jawab baik melalui akun sosial media maupun website," kata Boy.

    Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto-foto itu. "Dilarang keras untuk distribusikan gambar-gambar dan info yang tidak sesuai dengan fakta," ucap Boy.

    Polri akan melakukan penegakan hukum atas masalah itu. Pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    ATMI PERTIWI



    Berita Terkait:
    Korban Sukhoi Hanya Bisa Diidentifikasi Lewat DNA
    Sukhoi Jatuh, Kesalahan Pilot?
    Sukhoi Superjet Sempat Memutari Gunung Salak
    Ternyata, Ini Sebab ELT Sukhoi Tak Terdeteksi
    Gara-gara Jangkrik, Pria Ini Dipenjara
    Syahrini Menggoda, Wakil Ketua DPR Deg-degan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.