Kecelakaan Pengaruhi Penjualan Sukhoi Superjet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa pesawat Sukhoi di bandara Halim sebelum lepas landas meninggalkan bandara Halim Perdanakusumah. sergeydolya.livejournal.com

    Petugas memeriksa pesawat Sukhoi di bandara Halim sebelum lepas landas meninggalkan bandara Halim Perdanakusumah. sergeydolya.livejournal.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, akan mempengaruhi prospek pemasaran Sukhoi Superjet 100. "Hanya berpengaruh pada penjualan Superjet 100, tidak berpengaruh untuk tipe yang lain," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat, 11 Mei 2012.

    Menurut Alvin, kecelakaan ini akan mempengaruhi penjualan Superjet 100 untuk sementara waktu sampai adanya hasil investigasi. Pelaku perdagangan ingin mengetahui hasil penyelidikan penyebab kecelakaan ini.

    Namun, kata dia, penjualan terhadap pesawat tempur Sukhoi tidak mengalami penurunan permintaan. Menurut dia, selama ini pesawat Sukhoi lebih dikenal sebagai pesawat tempur, olahraga, dan latihan.

    Pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan demo terbang dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma menuju Pelabuhan Ratu, Rabu, 9 Mei 2012. Namun saat melakukan penerbangan sekitar 15 menit menuju Pelabuhan Ratu, pesawat yang baru diproduksi pada 2011 ini putus kontak dengan menara kontrol bandara Soekarno-Hatta. Belakangan diketahui pesawat ini mengalami kecelakaan di Gunung Salak Bogor.

    Superjet 100 adalah pesawat penumpang pertama yang dikembangkan oleh Sukhoi Aircraft bekerja sama dengan perusahaan penerbangan Amerika Serikat dan Eropa, di antaranya Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace, dan Honeywell.

    Pesawat ini masuk dalam kelas armada rute jarak menengah dengan kapasitas penumpang di bawah 100 orang. Jarak yang mampu ditempuh antara 3.048 kilometer hingga 4.578 kilometer dengan tingkat ketinggian 12.200 meter di atas permukaan laut. Selain Indonesia, beberapa negara lain yang berencana memesan pesawat ini di antaranya Pakistan, Myanmar, Laos, dan beberapa negara pecahan Uni Soviet.

    AFRILIA SURYANIS


    Berita terkait
    Tim SAR Temukan 12 Jenazah Korban Sukhoi
    Tim SAR Kesulitan Tembus Lokasi Serpihan Sukhoi
    Kartika Airlines Diminta Tunda Beli 30 Sukhoi

    Pagi Ini SBY Temui Keluarga Korban Sukhoi

    Polri Senang Rusia Ikut Identifikasi Korban Sukhoi

    FK UI Dilibatkan Identifikasi Korban Sukhoi

    Diragukan Jika Sukhoi Turun Ketinggian Karena Cuaca Buruk

    Sukhoi Joy Flight, Kenapa Ambil Rute Selatan?

    Tiga Sebab Jatuhnya Sukhoi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.