Keluarga Korban Sukhoi Histeris Nonton Evakuasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga dari Bpk. Anton salah satu penumpang pesawat jatuh Sukhoi Super-Jet 100 di wilayah Bogor menangis histeris dan menunggu kabar lanjutan keberadaan keluarga mereka, di Lanud Halim PerdanaKusumah, Jakarta, Kamis (10/05). Tempo/Dhemas Reviyanto

    Keluarga dari Bpk. Anton salah satu penumpang pesawat jatuh Sukhoi Super-Jet 100 di wilayah Bogor menangis histeris dan menunggu kabar lanjutan keberadaan keluarga mereka, di Lanud Halim PerdanaKusumah, Jakarta, Kamis (10/05). Tempo/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga korban penumpang Sukhoi Superjet 100 menangis histeris saat menonton proses evakuasi para korban di salah satu stasiun televisi. Mereka terlihat terus memonitor perkembangan evakuasi dalam televisi sebesar 14 inci yang berada di posko Halim.

    Di Bandara Halim Perdanakusuma juga, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo mengatakan tim evakuasi menemukan 12 jenazah korban pesawat Sukhoi yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat, pada Rabu, 9 Mei 2012. "Setelah kami melaksanakan operasi melalui darat pukul 10.00, tim telah berhasil menemukan 12 korban dalam kondisi telah meninggal," kata Daryatmo, Jumat, 11 Mei 2012.

    Menurut Daryatmo, para jenazah ditemukan tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Tim akan berusaha mengevakuasi dengan jalur udara. "Kami sedang membuat helipad di sekitar crash site. Mudah-mudahan cepat selesai," katanya.

    Daryatmo belum bisa menjelaskan bagaimana kondisi jenazah para korban tersebut. "Kondisi seperti apa saya belum tahu karena tidak di sana," katanya. "Kami akan berusaha untuk bisa melakukan evakuasi secepatnya. Kepada keluarga, saya ucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya."

    Di tengah jumpa pers itu, salah seorang keluarga menanyakan kenapa Badan SAR Nasional tidak menurunkan penerjun payung agar proses evakuasi bisa berjalan cepat. Menurut Daryatmo, kondisi tebing dengan kemiringan mencapai 85 derajat tidak memungkinkan untuk dilakukan terjun payung.

    "Kami memahami perasaan keluarga. Kami melaksanakan tugas ini dengan maksimal. Kalau dilakukan terjun payung tidak bisa karena ada di lereng. Inilah cara yang terbaik untuk melakukan evakuasi," kata Daryatmo.

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    Berita terkait
    Tim SAR Temukan 12 Jenazah Korban Sukhoi
    Tim SAR Kesulitan Tembus Lokasi Serpihan Sukhoi
    Kartika Airlines Diminta Tunda Beli 30 Sukhoi

    Pagi Ini SBY Temui Keluarga Korban Sukhoi

    Polri Senang Rusia Ikut Identifikasi Korban Sukhoi

    FK UI Dilibatkan Identifikasi Korban Sukhoi

    Diragukan Jika Sukhoi Turun Ketinggian Karena Cuaca Buruk

    Sukhoi Joy Flight, Kenapa Ambil Rute Selatan?

    Tiga Sebab Jatuhnya Sukhoi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.