Kartika Airlines Tunda Pembelian 30 Sukhoi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukhoi Superjet 100. REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout

    Sukhoi Superjet 100. REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Kartika Airlines, calon pembeli pesawat Sukhoi Superjet 100, menunda pembelian pesawat asal Rusia tersebut. Hal itu disampaikan konsultan bidang pertahanan PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, ketika ditemui di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jumat, 11 Mei 2012.

    Sunaryo mengatakan penundaan tersebut bukan disebabkan peristiwa jatuhnya Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Rabu lalu. Ia mengatakan penundaan sudah terjadi jauh sebelum tragedi nahas itu.

    "Penundaan ini tidak berhubungan dengan jatuhnya pesawat di Gunung Salak," ujarnya. Menurut Sunaryo, penundaan tersebut terjadi tahun lalu. Jumlah pesawat yang ditunda pembeliannya sekitar 30 unit.

    Ia mengaku tidak tahu alasan penundaan itu. Namun Sunaryo bisa memaklumi apabila pihak Kartika kembali mempertimbangkan pembelian Sukhoi Superjet 100 menyusul peristiwa nahas itu.

    Pernyataan Sunaryo ini bertentangan dengan pernyataan Chief of United Aircraft Corporation Mikhail Pogosyan selaku pemimpin proyek Sukhoi Superjet 100. Tanggal 20 April lalu, Mikhail menyatakan Kartika Airlines adalah salah satu konsumen mereka dan sudah memesan pesawat.

    ISTMAN MP

    Berita terkait:
    Tim SAR Kesulitan Tembus Lokasi Serpihan Sukhoi

    Kartika Airlines Diminta Tunda Beli 30 Sukhoi

    Pagi Ini SBY Temui Keluarga Korban Sukhoi

    Polri Senang Rusia Ikut Identifikasi Korban Sukhoi

    FK UI Dilibatkan Identifikasi Korban Sukhoi

    Diragukan Jika Sukhoi Turun Ketinggian Karena Cuaca Buruk

    Sukhoi Joy Flight, Kenapa Ambil Rute Selatan?

    Tiga Sebab Jatuhnya Sukhoi

    Pilot Sukhoi Pernah Jadi Astronot Penguji Termuda

    Tim Sukhoi Rusia Dipimpin Mikhael Pogosyan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?