SBY Temui Keluarga Korban Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara ketika menemui keluarga korban jatuhnya pesawat Sukhoi Super-Jet 100 di gunung Salak, Bogor, di Lanud Halim PerdanaKusumah, Jakarta, Jumat (11/5). Presiden SBY menyampaikan rasa duka cita dan simpatinya kepada keluarga korban yang terus menanti proses evakuasi di ruang informasi Halim Perdana Kusumah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara ketika menemui keluarga korban jatuhnya pesawat Sukhoi Super-Jet 100 di gunung Salak, Bogor, di Lanud Halim PerdanaKusumah, Jakarta, Jumat (11/5). Presiden SBY menyampaikan rasa duka cita dan simpatinya kepada keluarga korban yang terus menanti proses evakuasi di ruang informasi Halim Perdana Kusumah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menemui korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. SBY tiba di Landasan Udara Halim Perdanakusuma pukul 09.45 WIB.

    Mengenakan baju safari berwarna cokelat, SBY datang didampingi oleh ibu Ani Yudhoyono, Menteri Politik dan Kemanan Djoko Santoso, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng. Sesampainya di Landasan Udara Halim, Presiden SBY langsung menghampiri dan menyalami keluarga korban yang sudah datang sejak pagi.

    "Saudara, saya bersama ibu negara dan sejumlah pejabat, ingin bertemu dengan keluarga yang anggota keluarganya menaiki pesawat yang mengalami musibah," kata SBY dalam keterangan persnya di Halim.

    SBY menyatakan, sejak hilangnya pesawat itu, dirinya mengaku terus memantau perkembangan pencarian korban dan pesawat yang jatuh pada Rabu kemarin di kawasan Gung Salak, Jawa Barat. Upaya yang dilakukan Badan SAR Nasional, kata dia, dengan tim pendukung lainnya, adalah untuk mendapatkan kejelasan ke mana pesawat yang dinyatakan hilang.

    "Kalau mengalami kecelakaan, kecelakaannya seperti apa. Upaya helikopter ke daerah lokasi mengalami cuaca buruk. Tapi tim tidak menyerah dengan cara melalui darat," katanya.

    Karena masih dalam prioses pencarian, SBY menyatakan pihaknya tidak bisa memberikan keterangan secara pasti mengenai keberadaan pesawat tersebut. SBY meminta agar semua pihak memberikan informasi yang akurat.

    "Jangan sampai ada informasi simpang siur, itu tidak baik, Tuhan tidak suka. Kita harus berdoa mencari keberadaan pesawat," katanya.

    ANGGA SUKMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.