Tim SAR Kesulitan Tembus Lokasi Serpihan Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter jenis Sikorsky S-76C++ milik Travira Air terbang kembali usai menurunkan personel Search And Rescue (SAR) di helipad yang dibangun di kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5). Hingga saat ini tim gabungan dari Basarnas, Polri, TNI dan relawan belum mampu mengevakuasi penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Helikopter jenis Sikorsky S-76C++ milik Travira Air terbang kembali usai menurunkan personel Search And Rescue (SAR) di helipad yang dibangun di kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5). Hingga saat ini tim gabungan dari Basarnas, Polri, TNI dan relawan belum mampu mengevakuasi penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional I Ketut Parwa membenarkan bahwa Tim Alfa telah menemukan Sukhoi jenis Superjet SJ 100/95 yang terjatuh di dinding tebing Sungai Ciapus, Gunung Salak, Bogor. Tetapi akses ke serpihan pesawat itu tertutup oleh tebing yang curam.

    "Mereka sedang berupaya mencari akses ke (lokasi) pesawat," kata Parwa di Pos Satu Pasir Manggis, Cisalak, kaki Gunung Salak, Bogor, Jumat, 11 Mei 2012.

    Parwa menggambarkan posisi tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak itu berjarak sekitar 100 meter dari serpihan pesawat. Namun mereka harus melalui tebing untuk mencapai pesawat yang berada di bawah lembah Sungai Ciapus.

    Ia mengatakan permintaan pesawat helikopter dari tim tidak mungkin terpenuhi. Sebab kondisi gunung kini diselimuti kabut yang membahayakan pilot helikopter.

    Ia hanya berharap Tim Alfa segera menemukan jalan yang aman untuk mencapai lokasi serpihan. Sebelumnya ia mengatakan jumlah jenazah ditargetkan bisa diturunkan hari ini sekitar lima orang. Sebab medan yang berupa tebing tidak memungkinkan untuk mengangkut seluruh jenazah.

    Parwa juga belum bisa menargetkan berapa lama evakuasi dilakukan. Yang pasti, evakuasi tidak bisa diselesaikan hari ini.

    TRI SUHARMAN

    Berita terkait:
    Diragukan Jika Sukhoi Turun Ketinggian Karena Cuaca Buruk

    Sukhoi Joy Flight, Kenapa Ambil Rute Selatan?

    Tiga Sebab Jatuhnya Sukhoi

    Pilot Sukhoi Pernah Jadi Astronot Penguji Termuda

    Tim Sukhoi Rusia Dipimpin Mikhael Pogosyan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.