Di Titik Lokasi, Tim Belum Temukan Fisik Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) mengamati kawasan Gunung Salak tempat yang diduga jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Rusia di Cepelang, Cijeruk, Bogor, Jabar, Kamis (10/5). Tim penyelamat belum bisa melakukan evakuasi terhadap pesawat yang jatuh di kawasan Gunung Salak karena kondisi medan yang sulit dijangkau dan berkabut. ANTARA/Jafkhairi

    Sejumlah relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) mengamati kawasan Gunung Salak tempat yang diduga jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Rusia di Cepelang, Cijeruk, Bogor, Jabar, Kamis (10/5). Tim penyelamat belum bisa melakukan evakuasi terhadap pesawat yang jatuh di kawasan Gunung Salak karena kondisi medan yang sulit dijangkau dan berkabut. ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bogor - Pencarian pesawat Sukhoi jenis Superjet SJ 100/95 di Gunung Salak, Bogor, belum menemukan hasil apa pun, Jumat, 11 Mei 2012. Kepala Badan SAR Nasional Jakarta I Ketut Parwa mengatakan tim yang sudah sampai ke titik koordinat yang ditentukan sebelumnya tak menemukan fisik pesawat.

    "Informasi terakhir yang kami peroleh, tim belum menemukan apa pun," kata Parwa saat ditemui di pos satu pencarian Pasir Manggis, Cisalak, Cijeruk, Bogor, Jumat pagi ini.

    Padahal, kata Parwa, tim yang berjumlah 82 orang itu telah melewati pos III, yang merupakan akhir dari persinggahan tim. Pos akhir itu berada pada ketinggian 2.066 kaki di atas permukaan laut.

    "Kami juga masih terus berusaha menghubungi tim yang sudah di lokasi," ucapnya.

    Pesawat Sukhoi untuk penumpang ini melakukan uji coba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Rabu lalu, 8 Mei 2012. Uji coba pesawat asal Rusia ini sebagai promosi untuk maskapai penerbangan di Indonesia.

    Namun, saat melakukan uji coba dengan tujuan Pelabuhan Ratu, pesawat yang baru diproduksi pada 2011 ini putus kontak dengan pihak bandara. Diperkirakan 45 orang ikut dalam pesawat tersebut, termasuk di antaranya lima wartawan.

    Informasi yang diterima Badan SAR dari foto satelit, pesawat itu menabrak tebing dan pecah. Pecahan itu kemudian jatuh ke dalam jurang. Diperkirakan semua penumpang tewas.

    Menurut Parwa, jarak lokasi yang diperkirakan sebagai tempat jatuhnya pesawat yakni 250 meter dari pos tiga. Lokasi penurunan terjal itu telah ditelusuri, namun hasilnya nihil.

    Ia mengatakan banyak kendala yang dialami tim. Salah satunya kabut yang semakin tebal, semak belukar, dan komunikasi yang kurang lancar akibat sinyal yang tidak ada. "Komunikasi dengan kami juga kurang lancar," ucapnya.

    TRI SUHARMAN

    Berita terkait:
    Tjahjo Yakin Sukhoi Serius Sidik Jatuhnya Superjet

    Enam Helikopter Siap Evakuasi Korban Sukhoi

    Skenario Evakuasi Penumpang Sukhoi Hari Ini

    Rusia Bantu Identifikasi Forensik Sukhoi

    Diragukan Jika Sukhoi Turun Ketinggian Karena Cuaca Buruk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.