Diragukan Jika Sukhoi Turun Ketinggian karena Cuaca Buruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukhoi Superjet 100. REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout

    Sukhoi Superjet 100. REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Pilot Garuda Stephanus Gerardus mengatakan kecil kemungkinan jika pilot Sukhoi SJ 100 meminta penurunan ketinggian pesawat karena cuaca buruk. Menurut dia, pilot justru akan menaikkan ketinggian jika cuaca buruk. "Secara logika kalau cuaca buruk pilot akan minta naik ke atas awan untuk menghindari cuaca buruk di bawah awan," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 10 Mei 2012.

    Sampai saat ini penyebab kecelakaan Sukhoi SJ 100 di Gunung Salak, Bogor, masih belum jelas. Satu-satunya petunjuk yang didapat saat ini, pesawat terjatuh menabrak salah satu tebing di gunung ini. Pilot juga diketahui sempat meminta penurunan ketinggian dari 10 ribu kaki menjadi 6 ribu kaki. Ketinggian ini di bawah batas aman penerbangan di wilayah Gunung Salak yang mencapai 8 ribu kaki.

    Stephanus mengatakan cuaca buruk memang bisa jadi membuat seorang pilot meminta agar ketinggian diturunkan. Namun, hal ini sangat tak lazim dilakukan dalam dunia penerbangan. "Apalagi kalau dia tahu di bawahnya ada gunung. Sangat aneh pertimbangannya kalau dia malah minta turun," ujar dia.

    Soal kemungkinan peralatan penunjuk ketinggian yang rusak, Stephanus mengatakan ada kemungkinan itu. Namun, menurutnya juga sangat kecil. "Karena ini, kan, joy flight untuk promosi, seharusnya pesawat ini benar-benar sudah dipastikan fungsi alatnya. Ini, kan, untuk jualan," kata dia.

    Alasan lainnya, menurut Stephanus, pesawat super canggih ini pasti memiliki peralatan cadangan untuk mengatasi adanya kerusakan teknis. "Jadi kalau misalnya navigasi utamanya mati atau rusak, pesawat pasti punya navigasi cadangannya. Ini pesawat generasi terbaru yang super canggih," kata dia.

    Untuk mengungkap kejadian ini, kata Stephanus, harus dilihat percakapan antara menara pengawas udara dengan pilot. Selain itu komunikasi antara pilot dan ko pilot serta kejadian di dalam cockpit pun patut dicermati. "Karena ini joy flight, mungkin saja pilot mempersilakan penumpang melihat-lihat ke dalam cockpit. Padahal seharusnya tidak boleh karena bisa merusak konsentrasi pilot," kata dia.

    FEBRIYAN

    Berita terkait
    Jalan Darat, Tim Evakuasi Sukhoi Nginep di Ketinggian
    Riskan Terbang di Bawah 9000 Kaki di Gunung Salak
    ATC Izinkan Sukhoi Turun ke 6000 Kaki  
    Roy Suryo Lihat Beberapa Keganjilan Sukhoi
    Hancur Berkeping, Sukhoi Diduga Menabrak Tebing
    Basarnas: dari Jauh Pesawat Sukhoi Terlihat Utuh
    Keceriaan Pramugari dan Awak Sukhoi Superjet
    Serpihan Sukhoi Terlihat dari Helikopter
    Telepon Penumpang Sukhoi Masih Bisa Dihubungi
    Ini Bukan Celaka Pertama Sukhoi, Tapi Terfatal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.