Keluarga Penumpang Sukhoi Menunggu Keajaiban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga dari Bpk. Anton salah satu penumpang pesawat jatuh Sukhoi Super-Jet 100 di wilayah Bogor menangis histeris dan menunggu kabar lanjutan keberadaan keluarga mereka, di Lanud Halim PerdanaKusumah, Jakarta, Kamis (10/05). Tempo/Dhemas Reviyanto

    Keluarga dari Bpk. Anton salah satu penumpang pesawat jatuh Sukhoi Super-Jet 100 di wilayah Bogor menangis histeris dan menunggu kabar lanjutan keberadaan keluarga mereka, di Lanud Halim PerdanaKusumah, Jakarta, Kamis (10/05). Tempo/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Siang ini terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma seolah berubah jadi rumah duka. Tangis bergema di sudut-sudut ruangan. Semua berasal dari anggota keluarga penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak kemarin.

    Salah satu yang tersedu-sedu adalah Rangga Pratama Putra Dermawan, 13 tahun. Dia putra sulung Rulli Dermawan, Direktur Indo Asia. Rangga bercerita terakhir bertemu dengan ayahnya kemarin pagi. "Pas dibangunin salat Subuh," katanya sambil mengusap sehelai tisu ke mata, Kamis, 10 Mei 2012.

    Rangga tak menyangka, sore hari yang sama dia mendengar kabar sang ayah adalah satu dari 45 penumpang Sukhoi Superjet 100 tujuan Pelabuhan Ratu. Ia dikabari orang yang menolong ibunya di mal. "Mama sedang di mal terus ditelepon." Sang ibu yang kemudian terisak di keramaian mal dibantu pengunjung. Sampai sekarang, ibu Rangga, Windy Pricillia, masih tak kuasa menahan tangis bila diajak bicara.

    Di antara wajah-wajah berurai air mata, wajah Muawana, 40 tahun, tampak tenang. Ia masih bisa tersenyum meski sang suami, Stephen Kamaci, 40 tahun, masih tak jelas keberadaannya. Steven tak pamit akan naik Sukhoi. Ana, si ibu tiga anak, hanya tahu suaminya akan ke Bandara Halim Perdanakusuma.

    Namun ia tahu, kedatangan Steven atas undangan teman karibnya di SMA, Edward Edo M., dari Indo Asia, juga penumpang Sukhoi. "Dia kelihatan senang banget pas mau berangkat ke Halim," ujar Ana.

    Ana ikut mengantar suaminya ke bandara dengan mobil. Sore hari kemarin dia baru dikabari bahwa nama Stephen ada dalam daftar penumpang Sukhoi. "Ada teman yang lihat namanya lewat media online."

    Ana dan dua anaknya, Olivia, 7 tahun, dan Tasya, 10 tahun, terus menunggu di bandara sampai dini hari. Pagi ini pula, seperti puluhan keluarga penumpang lain, mereka setia menanti di terminal kedatangan bandara.

    Baik Rangga maupun Ana punya satu kesamaan. Mereka yakin masih akan dapat bertemu orang tercinta yang dibawa Sukhoi. "Optimistis Papa pulang pasti selamat," ujar Rangga polos. "Optimistis masih selamat. Semoga ada keajaiban," kata Ana.

    ATMI PERTIWI

    Berita terkait
    Serpihan Sukhoi Terlihat dari Helikopter
    Sebelum Hilang, Pilot Sukhoi Kontak Bandara Soetta
    Warga Sempat Lihat Sukhoi Oleng Lintasi Tenjolaya
    Basarnas: dari Jauh Pesawat Sukhoi Terlihat Utuh
    Basarnas: Ada Logo Sukhoi di Lokasi Temuan Pesawat
    Polisi Minta Data Antemortem Penumpang Sukhoi
    Keluarga Penumpang Sukhoi Datang ke Gunung Salak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.