SBY Jadi Ketua Bersama Panel PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kanan) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, disambut perwakilan Pemerintah Korea Selatan saat tiba di Seoul, Minggu (25/3). REUTERS/Eugene Hoshiko/Pool

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kanan) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, disambut perwakilan Pemerintah Korea Selatan saat tiba di Seoul, Minggu (25/3). REUTERS/Eugene Hoshiko/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah terpilih menjadi salah satu Ketua Bersama (co-chairs) dalam Panel Tingkat Tinggi (High-Level Panel of Eminent Persons) untuk agenda pembangunan pasca-2015, yang dibentuk Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Ban Ki-Moon. Panel ini dibentuk sebagai upaya melakukan akselerasi langkah dan pembahasan agenda pembangunan pasca-2015 setelah KTT Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20).

    Dalam laman Kementerian Luar Negeri, penunjukan SBY diumumkan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-Moon dalam briefing yang dilakukan pada pertemuan informal Majelis Umum PBB, Rabu 9 Mei 2012, di markas besar PBB, New York.

    Selain Presiden RI, Perdana Menteri Inggris David Cameroon dan Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf juga telah bersedia menjadi ketua bersama dalam panel tingkat tinggi tersebut. Anggota panel akan ditentukan kemudian oleh Sekjen PBB, dengan mempertimbangkan perimbangan geografis, gender, generasi, dan konstituen. Para anggota akan diumumkan setelah penyelenggaraan KTT Pembangunan tanggal 20-22 Juni 2012 di Rio de Janeiro, Brasil.

    Dalam peluncuran Asia Pacific Human Development Report pagi tadi di Istana Negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan bahwa dengan menjadi bagian dari panel dirinya akan memberi pandangan dan nasihat kepada Sekretaris Jenderal PBB untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

    "Untuk mengatasi tantangan pembangunan global yang dapat menghambat pencapaian MDGs. Juga untuk merumuskan kerangka kerja sama internasional dan agenda baru pasca MDGs tahun 2015," kata Presiden.

    Selain itu, panel juga diharapkan mampu merumuskan kerangka kerja yang holistik, yang bisa mengatasi masalah pembangunan secara mendasar. "Oleh sebab itu, kami semuanya diundang untuk ikut dalam upaya mencari jalan terbaik bagi pembangunan kesejahteraan umat manusia," kata Presiden.

    ARYANI KRISTANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.