Duka Keluarga Korban Sukhoi Superjet 100  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga dari korban pesawat jatuh Sukhoi Super-Jet 100 di wilayah Bogor sedang berdoa di ruang informasi, Lanud Halim PerdanaKusumah, Jakarta, Rabu (09/05). Pesawat tersebut Jatuh dan Hilang kontak pada pukul 14:33 WIB saat melintas di gunung Salak dan membawa 50 orang penumpang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Keluarga dari korban pesawat jatuh Sukhoi Super-Jet 100 di wilayah Bogor sedang berdoa di ruang informasi, Lanud Halim PerdanaKusumah, Jakarta, Rabu (09/05). Pesawat tersebut Jatuh dan Hilang kontak pada pukul 14:33 WIB saat melintas di gunung Salak dan membawa 50 orang penumpang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Di antara kerabat dan rekan-rekan kerjanya, Didik Nur Yusuf pernah bersumpah. Dia menyatakan pantang menumpangi penerbangan sebuah pesawat baru yang harus diliputnya sebagai seorang juru foto sebuah majalah khusus dirgantara, Angkasa.

    Sepanjang 20 tahun, prinsip yang tak jelas benar alasannya itu dipegang Didik dengan taat. Hingga pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100 datang dan singgah di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kemarin. Pesawat dipamerkan, dipresentasikan, lalu terbang promosi.

    Sekali terbang, pesawat mendarat kembali dengan mulus di Halim. Namun, dalam penerbangan kedua, pesawat yang baru setahun beroperasi itu tak kunjung kembali. Didik diduga berada dalam pesawat nahas itu.

    “Padahal, pagi sebelum berangkat, ia bilang kepada istrinya tidak akan naik ke pesawat,” kata Gunawan Wicaksono, kemenakan Didik. “Ia bilang hanya akan memantau dari Halim. Tapi kenyataannya, ia melanggar sumpahnya sendiri.”

    Nurleila, istri Didik, membenarkan bahwa izin sang suami hanya akan stand by. “Detail ikut uji coba pesawat itu tidak cerita,” katanya dengan terisak.

    Nurleila mengaku tidak mempunyai firasat apa pun sebelumnya. Namun, dia menyebutkan, selama tiga pekan terakhir, Didik banyak berada di dekatnya. “Biasanya seminggu sekali ke luar kota dan berangkat kerja selalu pagi sekali,” tuturnya.

    Didik selama ini dikenal sebagai air to air photographer. Dia bersama rekannya, wartawan tulis, Dody Aviantara, meliput SSJ100. Pemimpin Redaksi Angkasa, Dudi Sudibyo, kemarin menyatakan belum mengetahui kabar keduanya. “Sudah dicoba berkali-kali ditelepon, tapi tidak diangkat,” ucapnya.

    Total ada 40 penumpang dalam pesawat tersebut. Selain wartawan, kursi dalam penerbangan kedua SSJ100 itu diisi oleh kalangan pebisnis dari Indonesia dan perwakilan Kedutaan Rusia.

    Sejumlah anggota keluarga korban berusaha saling menguatkan. Ini seperti yang dilakukan Wini, istri Ruli Darmawan, karyawan Indo Asia, yang ikut menumpang pesawat. Dia masih percaya suaminya masih hidup. "Belum ada konfirmasi apa-apa, kan?” katanya.

    ISTMAN MP | ANGGA SUKMA WIJAYA | NUR ALFIYAH | SUBKHAN

    Berita terkait
    Ini Daftar 50 Nama Penumpang Sukhoi 
    TNI Angkatan Udara Kirim Personil Cari Sukhoi
    Irshad Manji Syok: Islam Tak Seperti Ini !  

    Sukhoi yang Jatuh Andalan Rusia

    Cuaca Buruk, Puma 'Pencari' Sukhoi Balik Kanan 
    Seluruh Penumpang Sukhoi Superjet Diasuransikan
    Sukhoi Kemungkinan Jatuh di Cidahu
    Fotografer Angkasa Terakhir Kontak Tadi Siang 
    Mayoritas Penumpang Sukhoi adalah Pebisnis 
    Video Kecanggihan Sistem Darurat Sukhoi  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.