Miranda Tak Tahu Menahu Asal Cek Pelawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Nunun Nurbaeti mendengarkan kesaksian Miranda Gultom dalam persidangan di Pengadilan tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (09/04). TEMPO/Seto Wardhana. 20120409.

    Terdakwa Nunun Nurbaeti mendengarkan kesaksian Miranda Gultom dalam persidangan di Pengadilan tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (09/04). TEMPO/Seto Wardhana. 20120409.

    TEMPO.CO, Jakarta- Dodi Suhartono, kuasa hukum tersangka kasus suap cek pelawat Miranda Goeltom, mengatakan bahwa kliennya tak tahu menahu ihwal asal cek pelawat. “Bu Miranda tidak tahu menahu. Yang menerima pun tidak tahu asalnya dari mana,” kata Dodi saat dihubungi pada Selasa 8 Mei 2012 malam. 

    Dodi mengatakan kliennya siap dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi kapan pun juga. Miranda sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 26 Januari lalu tapi belum sekalipun diperiksa KPK. “Kalau dipanggil pasti kami datang,” ujarnya. Dodi menyebut Miranda siap memberi keterangan yang dibutuhkan komisi antirasuah tersebut. 

    Miranda diduga menjadi aktor di balik bertebarnya 480 cek pelawat senilai Rp 24 miliar untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004. Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan puluhan tersangka dari anggota DPR. Sebagian besar di antaranya telah divonis bersalah oleh pengadilan, di antaranya Paskah Suzetta, Hamka Yandhu, dan Agus Condro. 

    Nunun Nurbaetie yang menjadi perantara pemberi cek pelawat itu telah ditetapkan sebagai terdakwa dan akan menghadapi sidang vonis Rabu 9 mei 2012 esok hari. Tim jaksa penuntut umum KPK menuntut agar Nunun dijatuhi hukuman empat tahun penjara, dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan. Jaksa juga menuntut harta Nunun sebesar Rp 1 miliar disita negara karena diduga didapat dari pencairan cek pelawat DGS BI.

    Menurut jaksa, Nunun membantu mempertemukan Miranda dengan sejumlah politikus Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004. Caranya dengan memfasilitasi Miranda bertemu dengan Paskah Suzetta, Hamka Yandhu, dan Endin AJ. Soefihara di kediamannya, Cipete Raya, Jakarta Selatan.

    Dodi mengatakan Miranda sama sekali tak mengetahui pertemuan Cipete tersebut. Anggota dewan yang menjadi saksi pun tidak ada yang mengakui. “Bu Miranda tidak tahu,” katanya. Dodi juga menyebut bahwa Miranda tak tahu menahu ihwal imbalan Rp 1 miliar bagi Nunun karena menjadi perantara.

    ANANDA BADUDU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.