Bentrok Anggota TNI-Brimob, 9 Orang Jadi Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota Polisi lengkap dengan senjata laras panjang bersiaga di Mapolres Limboto, Gorontalo, Kamis (26/4). ANTARA/Didot

    Seorang anggota Polisi lengkap dengan senjata laras panjang bersiaga di Mapolres Limboto, Gorontalo, Kamis (26/4). ANTARA/Didot

    TEMPO.CO, Jakarta - Sembilan anggota Brigadir Mobil ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bentrokan dengan satuan Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) di Gorontalo, Ahad, 22 April lalu. Dalam bentrokan yang diiringi tembakan itu, empat pasukan Kostrad mengalami luka. Mereka adalah Prajurit Dua Apriadi, Prajurit Dua Firman, Prajurit Dua Yanris, dan Prajurit Dua Tiflif.

    "Satu orang perwira dan delapan bintara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Muhammad Taufik, Jumat, 27 April 2012. Sembilan anggota Brimob ini, menurut Taufik, akan dikenakan pasal pidana. Mereka melakukan penembakan. "Proses selanjutnya sesegera mungkin kami limpahkan ke jaksa penuntut umum," katanya. 

    Penetapan sembilan anggota ini didasarkan pada penyelidikan dan investigasi. Taufik menyatakan, di Gorontalo sedang dilaksanakan gelar perkara yang dipimpin langsung Kepala Divisi Propam Polri dan dihadiri Kepala Staf Kostrad, Panglima Kodam Wirabuana, serta para penyidik Reskrimum Gorontalo. Taufik tak bersedia menyebut nama para tersangka yang terdiri atas delapan bintara dan seorang perwira. Yang jelas, kata Taufik, mereka sudah ditahan.

    Konflik bermula ketika pasukan Brimob berpatroli melewati kantor Komisi Pemilihan Umum Limboto pada 20 April 2012 sekitar pukul 23.30 WITA. Pasukan Brimob yang menggunakan truk ini, menurut Taufik, dilempari batu oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

    Akibat penyerangaan ini, pasukan Brimob ini sempat berlindung di kantor Polres Limboto. Kemudian sekitar pukul 01.00 WITA, pasukan Brimob melakukan razia dan pengejaran pada kelompok tidak dikenal tersebut. Dalam razia ini diketahui bahwa kelompok tidak dikenal tersebut adalah anggota TNI. 

    Razia ini mendapat perlawanan dari anggota Kostrad sehingga anggota Brimob harus melepaskan tembakan. Korban dari Brimob dan satuan Kostrad dilarikan ke Rumah Sakit Limboto, Gorontalo untuk menjalani perawatan. Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, satu prajurit TNI Angkatan Darat dari satuan Kostrad Gorontalo, Prada Firman, akhirnya meninggal.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.