Angie Juga Jadi Tersangka Proyek Kemendiknas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh, pertama kali menghadiri acara fraksi PD setelah mengajukan izin selama dua minggu tidak bertugas sebagai anggota dewan untuk menyelesaikan perkara hukum, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (2/3). TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh, pertama kali menghadiri acara fraksi PD setelah mengajukan izin selama dua minggu tidak bertugas sebagai anggota dewan untuk menyelesaikan perkara hukum, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (2/3). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi ternyata tidak hanya menetapkan Angelina Sondakh, anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, sebagai tersangka dalam kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games, Palembang. Lembaga antikorupsi ini juga menetapkan Angie, sapaan akrab Angelina, sebagai tersangka dalam kasus korupsi di Kementerian Pendidikan Nasional.

    "Untuk tersangka AS (Angelina Sondakh) KPK juga mengembangkan pembahasan anggaran di Kementerian Pendidikan," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di kantornya, Rabu, 25 April 2012.

    Namun Johan menegaskan, penetapan tersangka Angie tidak pada dua kasus, tetapi tetap satu kasus. Dengan demikian, kasus yang menjerat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat non-aktif itu adalah dugaan penerimaan hadiah terkait proyek Wisma Atlet dan Kementerian Pendidikan. "Jadi, pasalnya sama yang Wisma Atlet (pasal suap)," ujar dia,

    Johan belum tahu persis kasus yang menjerat Angie di Kementerian Pendidikan Nasional. Menurut dia, kasus itu terjadi saat pembahasan anggaran proyek pendidikan dilakukan di DPR. "Tapi kapan dan proyeknya apa saya belum tahu, mungkin gelondongan," ujar dia.

    Dalam kasus itu, KPK menjadwalkan pemeriksaan lima saksi dari bekas karyawan Permai Grup, perusahaan M. Nazaruddin, terpidana kasus suap Wisma Atlet, hari ini. Mereka adalah mantan Wakil Direktur Keuangan, Yulianis, mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, staf keuangan Permai Grup Oktarina Furi, karyawan Permai Grup Dadang, serta sopir Lutfi.

    Menurut Johan, Rosa sudah menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.30 WIB. Adapun saksi yang lainnya belum juga kelihatan di kantor KPK. Rosa saat ini menjalani masa hukuman di rumah tahanan yang dibangun lembaga antikorupsi itu di ruang parkirnya.

    TRI SUHARMAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.