SBY: Widjajono Berani Jelaskan Kenaikan Harga BBM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), almarhum Widjajono Partowidagdo saat memasuki rumah duka di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/4) malam. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), almarhum Widjajono Partowidagdo saat memasuki rumah duka di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/4) malam. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenang almarhum Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo sebagai seorang yang bertanggung jawab. Hal ini diingat SBY saat terjadi kontroversi atas rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi per 1 April lalu.

    "Ketika terjadi kontroversi tentang kenaikan harga BBM, almarhum dengan penuh tanggung jawab dan keberanian menjelaskan dengan jernih mengapa harus ada perubahan APBN, mengapa harus ada efisiensi energi. Ini untuk kepentingan kita semua, untuk kepentingan ekonomi kita, dan kepentingan kita di masa depan," kata Yudhoyono dalam pidato penghormatan terakhir kepada almarhum Widjajono di kediaman almarhum, Jakarta, Ahad pagi.

    Menurut Yudhoyono, dalam menjalankan tugas, Widjajono tidak kenal pamrih, tidak ada kepentingan pribadi, dan bertanggung jawab sebagai abdi negara. "Sebagai bagian dari penyusun kebijakan publik yang berkaitan dengan pengamanan ekonomi kita, (almarhum) menjaga pertumbuhan ekonomi kita sekaligus bangsa ini (agar) benar-benar hemat dalam energi, (agar) bangsa ini benar-benar bisa menggunakan energi yang kita miliki dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

    Semua itu, ucap Yudhoyono, adalah catatan abadi dari diri almarhum Widjajono. "Tidak akan pernah saya lupakan dan hadirin sekalian juga tidak akan pernah melupakan. Itu bagian dari sejarah," kata Yudhoyono yang hadir melayat ke kediaman almarhum bersama Ibu Negara Kristiani Herawati Yudhoyono.

    Widjajono meninggal akibat kekurangan oksigen dalam pendakian di Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Sabtu kemarin. Pria kelahiran Magelang, 16 September 1951, ini mengembuskan napas terakhir saat dievakuasi. Akademisi yang memang hobi mendaki gunung itu dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, dan diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Ciragil II Nomor 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada pukul 09.20 WIB.

    PRIHANDOKO


    Berita terkait

    Wamen Widjajono: Tuhan, Segala Kehendak-Mu Terjadi...
    Wamen Widjajono Meninggal Akibat Sesak Napas
    SBY Melayat Wamen Widjajono Pagi Ini
    Wamen Widjajono ke Tambora Demi Penderita Lupus
    SBY Melayat Wamen Widjajono Pagi Ini
    Kronologis Pendakian Terakhir Wamen Widjajono
    Widjajono, Wamen Berambut Gondrong dan Jeans Belel
    Kenapa Wamen Widjajono Suka Rambut Gondrong?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.