Serangan Tomcat Bukan Wabah Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru menjelaskan serangga jenis kumbang

    Seorang guru menjelaskan serangga jenis kumbang "TomCat" pada sejumlah siswa, oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya, di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, (22/3). FOTO ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/12.

    TEMPO.CO, Jakarta -- Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat menyatakan penyakit yang disebabkan oleh racun kumbang tomcat (Paederus riparius) bukan wabah penyakit nasional. Penyebaran kumbang ini dinilai masih bersifat regional dan sementara.

    "Kami bisa mengatasinya agar tidak menyebar," kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam acara “Panggung Rakyat” di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu, 25 Maret 2012.

    Menurut Agung, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian telah mengambil langkah-langkah penanggulangan. "Masyarakat tidak perlu panik," ujarnya.

    Pekan lalu, sejumlah penghuni sebuah apartemen di Surabaya diserang penyakit kulit. Serangan penyakit itu muncul bersamaan dengan kehadiran kumbang yang mereka sebut tomcat. Predator hama padi ini pun menjadi momok. Apalagi, beberapa hari belakangan, kumbang itu juga ditemukan di daerah-daerah lain.

    Kementerian Kesehatan membenarkan adanya hubungan antara tomcat dan penyakit kulit. Jika merasa terancam, serangga itu akan mengeluarkan racun paederin. Racun inilah yang membuat kulit gatal-gatal. Agung mengatakan mereka yang terserang racun tomcat diminta segera berobat ke rumah sakit. "Silakan ke rumah sakit. Gratis," katanya.

    Di Tangerang Selatan, kemarin, sudah ditemukan indikasi serangan tomcat. Seorang bayi berusia tujuh bulan mengalami penyakit kulit. ”Orang tua bayi melihat tomcat sebelum bayinya sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Dadang. ”Setelah dibawa ke puskesmas, kondisi bayi membaik.”

    Dadang menegaskan tomcat sebenarnya bukan serangga berbahaya. Racunnya tidak mematikan. Serangga ini bahkan sangat membantu petani karena memakan hama padi. Namun, untuk mengantisipasi dampak negatifnya terhadap manusia, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menyiagakan 21 puskesmas. ”Petugas dan obat-obatan sudah kami siagakan,” katanya.

    RAFIKA AULIA | JONIANSYAH | SUSENO

    Berita terkait
    Tomcat Masuk Rumah Sakit Kediri
    Wakil Menteri Minta Warga Tak Panik oleh Tomcat
    Tak Cuma Staf SBY, Bayi 8 Bulan Kena Racun Tomcat
    Tomcat Mulai Serang Permukiman Padat Tangerang Selatan
    Tomcat Serang Staf SBY
    Racun Tomcat Diuji pada Tikus dan Kelinci Gundul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.