Busyro: KPK Abaikan Tekanan Politik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas (kiri), saat akan mengucap sumpah dan janji jabatan Pimpinan KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/12). Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Zulkarnain dan Wakil Ketua Adnan Pandu Praja akan menjabat hingga 2015 sedangkan Wakil Ketua Busyro Muqoddas akan menjabat hingga 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas (kiri), saat akan mengucap sumpah dan janji jabatan Pimpinan KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/12). Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Zulkarnain dan Wakil Ketua Adnan Pandu Praja akan menjabat hingga 2015 sedangkan Wakil Ketua Busyro Muqoddas akan menjabat hingga 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mengaku tidak suka dengan banyaknya tekanan politik yang menyudutkan dari berbagai elite politik. Karena itu, Busyro pun memilih mengabaikan tekanan para politikus itu.

    "Misalnya ada political pressing yang sering muncul, kadang-kadang di running teks (muncul) kasus Century sudah laik dinaikkan menurut Abraham dan Zulkarnaen," katanya saat berbicara dalam sebuah seminar tentang "Strategi Pemberantasan Korupsi di Indonesia: Kini dan Masa Datang" di auditorium Sekretariat Wakil Presiden, Jumat, 16 Maret 2012. "Namun, menurut Busyro dan BW tidak menghendaki. Itu menyesatkan dan tidak edukatif."

    Menurut Busyro, gerakan-gerakan tersebut untuk mengisyaratkan kesan seolah-olah pimpinan KPK terpecah. Cara ini tak hanya menyesatkan dan tak mendidik, tapi juga tak perlu ditanggapi. "Kalau saya tanggapi, sama saja saya enggak educated," katanya.

    Soal dukungan beberapa anggota Komisi Hukum terhadap salah seorang pimpinan KPK tertentu, Busyro pun emoh menanggapi. "Kami merasa tidak perlu menanggapi dukungan dari siapa pun juga kepada dia karena tidak relevan," katanya.

    Menurut Busyro, seseorang yang bekerja di KPK harus insaf bahwa dia mengemban amanat yang mulia dan harus menjaga marwah.
    "Marwah orang KPK, pertama jujur, yang kedua independen, dan ketiga transparan, dan terakhir akuntabel. Kalau keempat ini ada, kami tidak menghiraukan didukung atau tidak didukung," katanya.

    Para penegak hukum, termasuk di antaranya penyidik dan pimpinan KPK, harus mengabaikan faktor-faktor politik. "Saya pun mengabaikan faktor politik," kata dia.

    ARYANI KRISTANTI

    Berita Terkait
    Aneka 'Tusukan Mematikan' untuk KPK
    Ketua KPK Dinilai Terbebani Janji Muluk
    Abraham Samad Pun Siap Mundur
    Bambang Akui Ada Beda Pendapat Kasus Angie
    KPK Usut Cek Pelawat Sampai Pemilik Artha Graha
    Bambang: Penyidik KPK Tak Protes, Tapi Diskusi
    Samad: Isu itu untuk Singkirkan Saya dari KPK
    Abraham Samad: KPK Bukan Superman
    Tampil Bareng, Pimpinan KPK Tepis Tak Kompak
    Kasus Nunun-Angie Picu Kisruh di KPK
    Pemeriksaan Angie Terancam 'Mangkrak'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.