10 Sekolah Diduga Manipulasi Nilai di Jalur Undangan SNMPTN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri mengikuti ujian di Fakultas Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (31/5).. Sebanyak 540.928 peserta mulai hari ini mengikuti ujian secara tertulis serentak di seluruh Indonesia dan berlangsung hingga 1 Juni 2011 besok untuk memperebutkan 110.149 kursi di 60 perguruan tinggi negeri (PTN). TEMPO/Suryo Wibowo

    Para peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri mengikuti ujian di Fakultas Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (31/5).. Sebanyak 540.928 peserta mulai hari ini mengikuti ujian secara tertulis serentak di seluruh Indonesia dan berlangsung hingga 1 Juni 2011 besok untuk memperebutkan 110.149 kursi di 60 perguruan tinggi negeri (PTN). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, SURAKARTA -Tindakan curang berupa manipulasi nilai siswa agar lolos dalam jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berhasil diketahui panitia. Koordinator Humas Panitia SNMPTN Ravik Karsidi mengatakan setidaknya ada 10 sekolah yang diketahui berbuat curang.

    “Mereka memanipulasi nilai siswanya agar bisa masuk dalam jalur undangan,” kata Ravik, Senin, 5 Maret 2012. Hal itu diketahui saat panitia mulai mengolah nilai siswa dan diketahui ada nilai yang tidak masuk akal.

    Ravik mengatakan 10 sekolah curang di atas memang sangat kecil jika dibandingkan 6 ribu sekolah yang diundang mengikuti jalur undangan SNMPTN 2012. Tapi tetap saja, kecurangan harus diusut tuntas. “Kami akan mengumumkan nama-nama sekolah curang pada 9 Maret 2012,” ujarnya.

    Dia memastikan ada sanksi keras bagi sekolah curang tersebut. Sekolah akan masuk daftar hitam selama 3 tahun berturut-turut. “Tahun ini nilai mereka tidak diolah dan dua tahun ke depan mereka tidak diundang,” katanya. Sanksi keras harus diambil karena jalur undangan berdasarkan asas kejujuran.

    Dalam hal ini yang dirugikan tidak hanya siswa yang nilainya dimanipulasi. Siswa yang jujur pun ikut kena getahnya. “Seluruh nilai siswa di sekolah yang curang tidak akan kami olah. Sebenarnya kasihan juga, tapi ini sebagai pembelajaran,” kata Ravik.

    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.