Sinetron Putih Abu-abu SCTV Dikaji Ulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil milik SCTV. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Mobil milik SCTV. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Mataram - Manajemen stasiun TV swasta nasional SCTV akhirnya memenuhi panggilan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (KPID NTB). Kehadiran juru bicara SCTV, Uki Hastama, guna memberikan klarifikasi terkait keluhan pemirsa atas tayangan sinetron remaja ‘Putih Abu-Abu’.

    Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID NTB, Sukri Aruman, menjelaskan kedatangan manajemen SCTV tersebut, Senin, 5 Maret 2012 pagi. ‘’Ya, mereka sudah datang, minggu lalu,’’ ujarnya. Kedatangan tersebut memberikan data dan informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan sinetron tersebut.

    Menurut Sukri Aruman, dalam pertemuan tersebut yang dia juga menyertakan beberapa keping CD rekaman, bukti siar sinetron Putih Abu-Abu. Tayangan perdananya pada 12 Februari 2012 lalu menuai protes pemirsa di Lombok karena ceritanya yang dinilai sarat muatan kekerasan serta penggambaran kehidupan pelajar sekolah yang tidak pantas.

    Protes ini tidak saja dari pemirsa di NTB tetapi juga dari daerah lain, meskipun ada juga yang memberikan apresiasi. Sebenarnya sinetron tersebut sudah mendapatkan tanda lulus sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF) dengan kategori tayangan remaja. Tetapi bisa saja beberapa adegan dan ceritanya yang lolos dari gunting sensor sehingga SCTV akan mendalami dan mengkaji lebih dalam bagian adegan dan cerita yang dinilai tidak sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran.

    KPID NTB menilai positif komitmen pihak SCTV yang berjanji akan memperbaiki kualitas siarannya, termasuk memberitahukan pihak rumah produksi sinetron tersebut agar memperhatikan apa yang menjadi keluhan pemirsa di NTB.

    KPID NTB akan memplenokan hasil kajian sinetron tersebut mengenai sanksi administratif seperti teguran tertulis atau sekedar memberikan himbauan. Diharapkan sinetron Putih Abu-Abu tidak bernasib sama seperti sinetron Islam KTP yang berubah judul jadi Bukan Islam KTP (SCTV) ataupun sinetron Hareem yang berubah judul jadi Inayah (Indosiar).

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.