Polisi Telusuri Pelaku Perusakan Kantor Kemendagri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas memasang kawat berduri di depan kantor Kementrian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (7/2). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah petugas memasang kawat berduri di depan kantor Kementrian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (7/2). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus perusakan gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 12 Januari 2012. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, video yang diterima Kemendagri kurang dapat dijadikan acuan penyelidikan.

    "Gambar CCTV yang diberikan Kemendagri tidak jelas," kata Rikwanto ketika dihubungi Tempo, Kamis, 15 Januari 2012. Polda sedang mengusahakan untuk melihat video yang berhasil direkam kamera media.

    Kemendagri langsung memberikan rekaman CCTV beberapa hari setelah insiden pada 12 Januari 2012 lalu. Pelakunya ketika itu gerombolan yang mengenakan atribut Front Pembela Islam (FPI). Mereka merusak kantor Kemendagri dengan berbagai cara.

    Namun, menurut Rikwanto, polisi kesulitan mengidentifikasi pelaku-pelaku perusakan dalam rekaman CCTV Kemendagri. "Sulit diidentifikasi wajah-wajahnya," kata Rikwanto.

    Sebaliknya Kemendagri justru berpendapat dalam rekaman CCTV sangat jelas siapa pelaku-pelakunya. "Sudah kelihatan di video itu siapa yang melempar kaca, siapa yang memanjat pagar, dan sebagainya. Ini Front Pembela Islam sudah kedua kali, dulu di Monas, sekarang di sini (kantor Kemendagri)," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

    Pada 12 Januari 2012 lalu massa yang menamai Forum Umat Islam (FUI) mendatangi kantor Kemendagri. Kedatangan mereka berujung ricuh setelah beberapa orang melompati pagar dan melempari kantor hingga rusak. Para pengunjuk rasa menggunakan atribut Laskar Pembela Islam (LPI) dan ormas Islam lainnya.

    Sehari berselang, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bertemu dengan Ketua Front Pembela Islam, Rizieq Syihab. Dalam pertemuan itu Rizieq meminta maaf karena telah terjadi aksi perusakan.

    ANANDA PUTRI | ANT

    Berita Terkait:

    Menimbang Mekanisme Pembubaran Ormas

    Penolakan FPI, FPI Sulsel Bikin Demo Tandingan

    Dilaporkan FPI, Gubernur Kalteng Mesam-mesem

    Soal Laporan FPI, Kemendagri Bela Gubernur Kalteng

    Blak-blakan Erwin Arnada tentang FPI
    Kronologi Penolakan FPI Kalimantan Tengah
    Rentetan Aksi FPI dari Masa ke Masa
    DPR: FPI Jangan Memaksakan Kehendak

    Ada Aksi 'Indonesia Tanpa FPI', FPI Cuek

    Presiden SBY: Mestinya FPI Bertanya Kenapa Ditolak

    FPI Lahir Setelah Reformasi Bergulir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.