Demokrat Balikpapan Abstain Sikapi Anas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum (kanan) berbincang dengan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (kiri) di Gowa, Sulsel, Rabu (8/12). ANTARA/Yusran Uccang

    Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum (kanan) berbincang dengan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (kiri) di Gowa, Sulsel, Rabu (8/12). ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Balikpapan - Menyusul menguatnya tuntutan mundur bagi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrat Balikpapan memutuskan abstain. Pihak DPC Balikpapan mengaku tak terpengaruh pada prahara yang melanda partainya, yang dipicu dari kesaksian Nazaruddin itu.

    “Daerah kami tidak ada pengaruhnya. Soal Nazar dan Anas itu kan masalah antarkader biasa saja,” kata Ketua DPC Demokrat Balikpapan Heru Bambang, Senin, 13 Februari 2012.

    Heru mengatakan pengurus Demokrat Balikpapan tidak terlalu mempedulikan tuntutan mundur pada Anas Urbaningrum. Pengurus hanya berkonsentrasi pada kondusivitas dan soliditas masing-masing anggota di Balikpapan.

    Hanya, minggu depan, Heru mengatakan akan ada pertemuan internal pengurus membahas kelangsungan partai pada masa mendatang. Pengurus Demokrat Balikpapan mengundang seluruh PAC di kantor partai yang baru saja diresmikan. “Minggu depan kita ketemuan dengan PAC-PAC. Tapi tidak bicarakan soal Pilgub atau Pemilu 2014, hanya konsolidasi,” ujarnya.

    Seperti diberitakan, sejumlah DPC dan DPD Demokrat telah tegas meminta Anas untuk mundur dari jabatan ketua umum. Masalah korupsi Wisma Atlet yang membawa-bawa nama Anas dan Angelina Sondakh dinilai merupakan preseden buruk yang membahayakan partai. Beberapa pihak khawatir kabar miring tentang petinggi Partai Demokrat ini akan merugikan posisi partai dalam Pemilihan Umum 2014.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.