Rabu, 21 November 2018

FPI dan Majelis Mujahidin Protes Pernyataan Lee Kuan Yew

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Front Pembela Islam (FPI) dan Majelis Mujahidin melakukan aksi gabungan di Kedutaan Besar Singapura, Jakarta, Senin (25/2) siang. Mereka memprotes keras pernyataan Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew bahwa jaringan teroris masih berkeliaran di Indonesia. Aksi itu dipimpin penanggung jawab FPI Abdul Kohar dan Koordinator Lapangan Majelis Mujahidin, Jamal. Dalam aksi tersebut kedua kelompok sama-sama menyatakan ketidaksetujuannya akan pernyataan Lee Kuan Yew beberapa minggu lalu. Menurut mereka, ucapan Lee adalah pernyataan provokatif yang mengancam stabilitas negara kesatuan RI. “Pernyataan Lee Kwan Yew dapat mengundang permusuhan antar dua negara dan dapat memicu kebencian umat Islam terhadap agama dan etnis tertentu,” ujar Abdul Kohar dalam pernyataannya di muka gerbang Kedutaaan Besar Singapura tersebut. Karena itu, mereka meminta pemerintah Singapura dan Lee Kwan Yew meminta maaf kepada bangsa Indonesia atas pernyataannya. Mereka juga meminta agar pemerintah Singapura tidak melakukan intervensi terhadap Indonesia dalam bentuk apa pun. Jika pemerintah Singapura tidak mengindahkan permintaan tersebut, keduanya meminta agar pemerintah RI memutuskan hubungan dengan pemerintahan Singapura. Pengunjukrasa juga meminta agar segera menarik tudingan bahwa pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Grogol Sukohardjo, Kiai Haji Abubakar Baasyir, terkait dengan kegiatan terorisme yang diakukan Al Qaidah. Abdul Kohar beralasan, Kiai Abubakar Baasyir adalah seorang guru yang baik dan tidak pernah menempuh jalan kekerasan dalam menerapkan Syariat Islam Indonesia. “Ia bukan teroris,” tegas Jamal kepada Tempo News Room. Aksi demonstrasi berlangsung damai di bawah pengamanan satu kompi aparat dari Polres Jakarta Selatan dan Polsek Setia Budi. Sementara FPI dan Majelis Mujahidin membawa massa masing-masing 150 dan 30 personil. Mereka sempat melakukan pembakaran benderan Singapura dan mencoba membuka paksa pintu untuk masuk gerbang Kedutaan. Namun aparat berhasil mengendalikan demontran dan terus melakukan kordinasi dengan para penanggungjawab kedua kelompok. Sementara ruas Jalan HR Rasuna Said Kuningan dari arah Mampang menuju Menteng sempat ditutup, namun lalu lintas tetap berjalan lancar walau sempat tersendat di sekitar Kedubes Singapura. Aksi terus berlangsung walaupun hujan sempat mengguyur kawasan Kuningan. Para demonstran dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel “Usir Singapura”, “Singapura sekutu dan corong Amerika Serikat”, dan “Singapura Sarang Teroris.” (Sri Wahyuni – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.