Dituding Menggelapkan Uang, Kito Irkhami Ditahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menahan bekas Kepala Seksi I Pidana Umum Kejaksaan Agung, Kito Irkhamni, Selasa (7/1), sekitar pukul 13.30 WIB. Kito dikirim ke penjara Cipinang atas tuduhan menipu dan menggelapkan uang milik Ati Mulyati, yang mustinya dipakai untuk membangun rumah Ati. Menurut juru bicara Kejagung, Barman Zahir, Kito ditahan melalui surat perintah B 18/0.1/14/3/EP/1/01/2003. Ia disangka melanggar pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dengan berbohong dan tipu muslihat. Barman menjelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2000 ketika Ati akan membangun rumah di Cinere. Kito yang mengaku sebagai kontraktor dari PT. Megapolitan dan sebagai insinyur sipil menawarkan untuk menjalankan pembangunannya. Waktu itu, lanjut Barman --yang membacakan berkas penahanan, Kito menawarkan waktu 5 bulan kepada Ati untuk membangun rumah dan dengan harga di bawah pasaran, serta bahan baku berkualitas tinggi. Ati tertarik dengan penawaran Kito. Ia pun menyerahkan uang Rp 380 juta. Uang tersebut ditransfer Ati melalui BRI cabang Fatmawati ke rekening BCA cabang Cinere milik Kito. Namun, setelah 5 bulan, rumah tersebut baru diselesaikan 70 persen saja. Lantas, Kito meminta uang tambahan untuk menyelesaikannya. Ati pun memberikan uang lagi sebesar Rp 90 juta. Tapi, Kito tetap tidak melanjutkan pembangunan. Selanjutnya, Ati melaporkan Kito ke Polsek Cilandak pada tahun 2001 dengan tuduhan telah menipunya. Kasus ini sempat mencuat kembali saat Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) memeriksa Jaksa Agung M.A. Rahman, 2 Oktober, tahun lalu. Namun, baik Kito maupun Ati menyatakan kasus rumah di Cinere itu telah selesai. Tapi, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Poerwanto, membantah dan menyatakan dirinya menerima surat dari Ati. Dalam surat itu, Ati meminta kejaksaan membantu menyelesaikan kasus ini, kata Poerwanto. Surat itu dikirim Ati, pada 7 Desember 2002. Belakangan, polisi melimpahkan berkas pemeriksaan Kito ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Juli 2002. Menurut pasal yang dituduhkan, Kito terancam hukuman penjara 4 tahun. Untuk penahanannya kali ini, ia akan dikurung di penjara Cipinang selama 20 hari. Menurut Poerwanto, meski ancaman hukuman Kito di bawah 5 tahun, tapi pasal yang dikenakan termasuk lex specialist (pasal khusus) yang diatur dalam pasal 21, ayat 4, sub.B Kitab UU Hukum Acara Pidana. Dengan alasan itu, jaksa penyidik, Zainuddin Ahmad, menahan Kito yang dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan melakukan tindak pidana yang sama. Ini hal biasa saja, karena perbuatan tersangka memenuhi unsur penahanan, kata Poerwanto, saat ditanya apakah penahanan itu berhubungan dengan akan diperiksanya Rachman oleh polisi. Sekedar diketahui, Kito adalah jaksa yang berseteru dengan Rachman saat rumah mewah senilai Rp.1,5 miliar milik Rachman tidak dilaporkan ke KPKPN. Penahanan ini tak ada hubungannnya dengan kasus Pak Rachman, Barman Zahir, menimpali. (Bagja Hidayat-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?