Senin, 26 Februari 2018

Wawancara Jokowi: Boleh Diadu Sama Mobil Jepang  

Oleh :

Tempo.co

Senin, 16 Januari 2012 09:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wawancara Jokowi: Boleh Diadu Sama Mobil Jepang  

    Tempo/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tatkala Joko Widodo tak lagi menemukan cara lain mendukung mobil karya murid-murid sekolah menengah kejuruan (SMK) Solo, inilah yang dia putuskan: mengganti mobil dinas Toyota Camry dengan Kiat Esemka, hasil karya para murid SMK di Solo.  Mobil 1500 CC yang belum lulus uji kelayakan itu dia pasangi nomor AD 1—pelat resmi mobil wali kota. “Ini usaha terakhir saya,” ujarnya kepada Tempo.

    Usaha terakhir itu ternyata menjadi awal meledaknya isu mobil nasional. Dalam hitungan hari,  Kiat Esemka bisa menjadi embrio untuk mewujudkan kembali  impian lama tentang mobil nasional. “Kami memulainya sejak lima tahun lalu dan ke depan akan dikembangkan sebagai industri rumahan,” dia menegaskan.  

    Pro-kontra segera menjalar dari berbagai penjuru. Sejumlah pejabat mendadak kesengsem bermobil Esemka. Sebaliknya, ada pengamat  menuding Kiat Esemka adalah tiruan belaka dari mobil-mobil Cina. Jokowi—sebutan Joko Widodo—mengaku rela menyesap kritik paling keras sekali pun, tapi tak sudi mundur. “Semuanya saya pandang sebagai dukungan,” kata dia.

    Kamis pekan lalu,  Jokowi berkunjung ke kantor Tempo, di Kebayoran Centre, Jakarta Selatan.  Dirancang untuk wawancara, pertemuan yang dipadati  oleh sebagian besar anggota redaksi  itu beralih menjadi diskusi hangat dalam suasana ger-geran.  Dia menjawab semua pertanyaan dengan sedikit fakta off the record.

    Sejak awal apakah Anda memang berniat mempersiapkan Kiat Esemka untuk jadi mobil nasional?
    Ya, serius benar-benar. Kami ikuti terus dari awal dan kami beri target selesainya. Saya ingin menjadikannya simbol nasionalisme kita. Buat saya ini kebanggaan kita, simbol perlawanan terhadap mobil-mobil impor. Wong kita sudah 60 tahun lebih merdeka kok enggak bisa bikin mobil sendiri.

    Ada yang berpendapat Anda terlalu terburu-buru, seolah-olah mau jadi “pahlawan kesiangan”?
    Saya melihat itu sebagai bentuk dukungan.  Jadi saya positive thinking saja. Tapi kalau banyak yang mencibir, lama-lama saya  jengkel juga.

    Cibiran seperti apa?
    Banyak sekali. Di Twitter, pada awalnya, banyak yang mencibir mesinnya tidak aman. Bodinya kalau kena benturan, hancur. Dibilang dempulannya tebal. Ya enggak apa-apa,  lha wong memang tebal. Tapi kalau kekuatan, boleh diadu  sama mobil Jepang. Saya jamin (mobil Esemka) menang.

    Sudah berapa banyak yang memesan?
    Soal pemesanan itu urusannya PT Solo Manufaktur Kreasi, bukan urusan pemerintah Kota Solo.

    Ramai beredar info bahwa Kiat Esemka meniru mobil Cina?
    Ah, dulu mobil Jepang, Korea, Cina  ngambilnya dari mana? Tanya saja.  Kami juga ngerti kok.  Semua mesin pada mulanya memang membongkari beberapa merek. Tapi jangan dibesar-besarkanlah yang kayak gitu.

    Selengkapnya: Wawancara Majalah Tempo

    Berita lain:
    Tips Jokowi Atasi Kemacetan Jakarta
    Jokowi: Dahlan Belum Tahu Rencana Bisnis Esemka
    Ini Hasil Tes Drive GEA oleh Dahlan Iskan 
    Hatta Rajasa Agak Kikuk dengan Mobil Esemka
    Jokowi Jengkel Juga Kiat Esemka Dicibir
    Giliran Foke Sindir Jokowi di Depan Warga Jakarta
    Ini Spek Mobil Esemka Jokowi
    Mengapa Jokowi Rela Jadi Sales Esemka?


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.