Mobil Esemka Simbol Perlawanan Simbolik Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Walikota dan Wakil walikota Solo periode 2010-2015, Joko Widodo (kanan) dan Hadi Rudyatmo, mendapat ucapan selamat dari ribuan pendukungnya di Taman Monumen 45 Banjarsari, Solo, Senin (26/4). Tempo/Andry Prasetyo

    Calon Walikota dan Wakil walikota Solo periode 2010-2015, Joko Widodo (kanan) dan Hadi Rudyatmo, mendapat ucapan selamat dari ribuan pendukungnya di Taman Monumen 45 Banjarsari, Solo, Senin (26/4). Tempo/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Ari Dwipayana menilai kebijakan Walikota Solo Joko Widodo untuk menggunakan mobil Kiat Esemka sebagai kendaraan dinasnya merupakan sebuah perlawanan simbolik. Menurutnya, banyak makna yang tersirat dari kebijakan Joko Wi ini. "Ini perlawanan simbolik," ujarnya kepada Tempo, Rabu 4 Januari 2012.

    Joko Widodo dan mobil Esemka memang menjadi pembicaraan hangat dalam dua hari belakangan ini. Penyebabnya tak lain karena Walikota Solo ini mengganti kendaraan dinasnya dari sebuah sedan Toyota Camry menjadi Kiat Esemka yang dirakit oleh sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Solo.

    Joko menjadi pembicaraan juga karena Gubernur Provinsi Jawa Tengah Bibit Waluyo mengkritik keras kebijakan ini. Menurutnya kebijakan ini merupakan kebijakan untuk mencari popularitas dan sembrono. Alasannya, kendaraan ini belum lulus uji kelayakan.

    Ari mengatakan, kebijakan ini bisa dianggap sebagai sindiran kepada para pejabat negara lainnya dikenal suka menggunakan mobil mewah berharga ratusan juta bahkan bernilai miliaran. Karena itu, kebijakan ini, menurut Ari, banyak mendapatkan kritikan pedas dari berbagai elit lokal maupun nasional lainnya.

    "Kalau kami lihat secara simbolik seperti itu. Dia ingin menunjukkan bahwa ini lho kami juga bisa punya mobil layak pakai dinas pejabat," ujar Dosen Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM ini.

    Selain itu, cara Joko Widodo ini juga merupakan perlawanan terhadap setting agenda yang selama ini didominasi elit politik Jakarta. Dengan cara inovatif dan kreatif seperti ini, menurutnya, Joko Widodo mencoba menjadikan Solo dan dirinya sebagai pusat perhatian masyarakat.

    "Karena selama ini agenda setting itu selalu didominasi oleh elit politik nasional. Cara Joko Wi seperti ini merupakan dobrakan bagaimana memperjuangkan kepentingan daerah di level nasional," ujarnya.

    Namun, Ari juga mengatakan kebijakan Joko Wi yang mengganti kendaraan dinasnya dari sebuah sedan Toyota Camry ke mobil rakitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan ini masih perlu diuji. Kebijakan ini sebaiknya tidak hanya menjadi suatu simbol.

    Menurutnya, Joko Wi harus membuktikan lewat kebijakan-kebijakannya untuk mendorong majunya Esemka menjadi proyek mobil nasional. "Harus ada kebijakan lanjutan. Jangan hanya menjadi simbol saja," ujarnya.

    FEBRIYAN

    Berita terkait:
    Esemka Jokowi 'Tampar' Pejabat yang Suka Mewah
    Ramai-ramai Kepincut Mobil Esemka Jokowi
    Sultan 'Tergiur' Bikin Esemka Jokowi di Yogya  
    SBY Apresiasi Mobil Esemka Jokowi
    Ini Spek Mobil Esemka Jokowi
    Kisah Sukiyat, Perakit Mobil Esemka Jokowi
    Jokowi: Esemka Lebih Nyaman dari Camry
    Gubernur Bibit Sindir Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.