Mereka yang Bangga Merakit Mobil Esemka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa perakit mobil Kiat Esemka dari SMK 2 dan SMK Warga bersama Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo di depan mobil Kiat Esemka yang sudah dipasang plat nomor AD 1 A Selasa (3/1). TEMPO/Joni Sentana

    Para siswa perakit mobil Kiat Esemka dari SMK 2 dan SMK Warga bersama Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo di depan mobil Kiat Esemka yang sudah dipasang plat nomor AD 1 A Selasa (3/1). TEMPO/Joni Sentana

    TEMPO.CO, Surakarta - Raut muka bahagia terlihat di wajah Untung Muhammad Shidiq. Alasannya, mobil rakitan siswa berusia 17 tahun dan kawan-kawannya di Sekolah Menengah Kejuruan Warga ini memukau banyak orang, termasuk Wali Kota Surakarta Joko Widodo. "Saya bangga ikut dalam tim perakit," katanya kepada Tempo, Selasa, 3 Januari 2012.

    Ihwal rasa bangganya dimulai pada September 2011. Saat itu, Untung bersama empat rekannya di kelas III Otomotif F dilibatkan dalam proses perakitan mobil Esemka di laboratorium otomotif SMK Warga Surakarta. Perakitan itu selesai 2,5 bulan kemudian.

    Usai merakit mobil yang dianggap sukses oleh Wali Kota Solo, dia merasa tidak minder lagi dengan mereka yang merakit mobil di pabrikan besar. "Ternyata kemampuan kami tidak kalah dengan mereka," terangnya.

    Rasa bangga dirasakan pula oleh Faisal Ahmad. Pemuda 17 tahun ini bahagia bisa terlibat dalam perakitan. "Rasanya senang luar biasa," katanya.

    Kebanggan tersebut juga dialami Madi, siswa kelas III Teknik Kendaraan Ringan A. Dia tidak menyangka dengan sambutan masyarakat yang begitu antusias terhadap kehadiran mobil Esemka. "Saya senang sekali," ujarnya.

    Siswa SMK 2 lainnya, Okky Austriadi, berharap Esemka tidak hanya berhenti di prototipe, tapi bisa diproduksi massal. "Semoga bisa jadi produk massal," katanya.

    UKKY PRIMARTANTYO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.