Jumat, 16 November 2018

Amin Syam Terpilih Menjadi Gubernur Sulawesi Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Makassar:Pasangan H.M. Amin Syam dan Syahrul Yasin Limpo terpilih menjadi gubernur/wakil gubernur Sulawesi Selatan periode 2003-2008 lewat sidang paripurna DPRD provinsi itu, Kamis (28/11) siang. Pasangan Amin/Syahrul mendapat 39 suara, sedang pasangan calon lain, Aksa Mahmud/Malik Hambali dan Nurdin Halid/Iskandar Manji, masing-masing mendapat 18 suara. Pasangan Amin/Syahrul kini menunggu keputusan presiden sebagai pengukuhan mereka. Rencananya, gubernur/wakil gubernur terpilih akan dilantik pertengahan Januari 2003. Proses pemilihan gubernur itu berlangsung alot dan diwarnai hujan interupsi, tetap berjalan aman dan tertib. Di luar gedung DPRD terlihat ratusan orang pendukung Nurdin Halid melakukan orasi sekitar satu kilometer dari gedung DPRD. Aparat keamanan menutup Jalan Urip Sumoharjo, lokasi gedung DPRD, dan melakukan pagar betis. Akibatnya, masyarakat umum tidak dapat menyaksikan proses pemilihan. Seusai pemilihan, Amin Syam mengatakan terhadi dirinya keluar sebagai peraih suara terbanyak. Ia membantah dirinya hanya akan menjadi simbol dan Syahrul yang lebih banyak menyelenggarakan tugas-tugas gubernur. Dia menjamin akan melakukan tugas-tugas gubernur berbekal pengalamannya sebagai Bupati Enrekang, Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan, dan Ketua DPRD. "Tidak usah Anda curiga soal itu. Saya jamin akan ngomong sesuai pada tempatnya," kata dia. Ia mengharapkan kandidat gubernur yang kalah bisa tetap mendukung dirinya. Soal anggota Fraksi Partai Golkar yang membelot, Amin mengatakan belum bisa memutuskan untuk memberikan sanksi atau tidak. Namun Ketua Fraksi Partai Golkar, Agus Arifin Nu'mang, menyatakan pihaknya akan menggelar rapat khusus membahas anggota fraksinya yang membelot. Sementara itu, Nurdin Halid menyatakan bisa menerima hasil pemilihan itu karena sudah berlangsung demokratis. Proses itu merupakan pembelajaran politik kepada rakyat, kata dia, kalah menang merupakan hal biasa dalam demokrasi. "DPRD Sulsel sudah memperlihatkan proses pemilihan gubernur dengan sangat demokratis. Saya tidak kecewa. Kita harus siap menang dan siap kalah. Tidak ada alasan untuk tidak mendukung calon terpilih karena ini proses demokrasi," katanya. Tapi setelah proses pemilihan, Nurdin tidak lagi mengikuti kelanjutan rapat paripurna selanjutnya. (Muannas/Syarief Amir-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga