Selasa, 20 Februari 2018

Pacitan Heboh, Uap Panas Muncul dari Tanah Amblas  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 20 Oktober 2011 10:59 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pacitan Heboh, Uap Panas Muncul dari Tanah Amblas  

    Lahan persawahan dan perkebunan warga yang amblesdi lereng Gunung Wilis, Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Warga juga sering mendengar suara gemuruh gerakan tanah danmerasakan getaran. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO Interaktif, Pacitan - Warga Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, heboh. Uap panas muncul dari dalam tanah yang amblas di Dusun Dondong. Panjang tanah yang amblas mencapai empat meter dengan kedalaman bervariasi, antara lima hingga 30 sentimeter.

    “Terlihat ada asap dari tanah yang amblas itu dan suhunya sangat panas. Kami belum tahu penyebabnya apa,” kata Kepala Desa Gemaharjo, Pujiono, saat dihubungi Tempo, Kamis, 20 Oktober 2011.

    Menurutnya, kejadian ini pertama kali diketahui warga sekitar dan dilaporkan ke perangkat desa beberapa waktu lalu. “Polisi sudah memasang garis pembatas agar tidak membahayakan warga yang melihat,” ucapnya.

    Beberapa warga sempat mencoba suhu dari uap panas itu dengan meletakkan daun dan kertas. Hasilnya, daun langsung mengering dan kertas terbakar. Bahkan di malam hari tampak bara api yang menyembur dari dalam tanah yang amblas itu.

    Petugas Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pacitan masih melakukan penyelidikan di lokasi setempat. “Kami masih melakukan penyelidikan apakah amblasnya karena ada pergerakan tanah atau sebab lain,” kata staf teknis Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pacitan, Hadi Surahman, kepada Tempo.

    Pihaknya juga belum mengetahui kandungan uap panas yang muncul dan pemicunya. "Soal bara api muncul, itu karena percampuran antara gas dan udara," katanya.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan meliputi kualitas, potensi, kesimbangan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.